Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta, Heriandi Lim. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta, Heriandi Lim. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama

Heriandi Diancam Agar Tak Laporkan Wasekjen MUI

Nasional pencemaran nama baik
Ilham Pratama Putra • 06 Januari 2019 17:17
Jakarta: Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DKI Jakarta, Heriandi Lim mengaku sempat mendapat ancaman dari seseorang agar tak melaporkan Wakil Sekretaris Jendral Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik. Kendati begitu, ia tak gentar dan tetap melaporkan Zulkarnain ke polisi.
 
"Sebelumnya saya diperingatkan agar jangan datang dan jangan lapor Polisi. Karena yang akan saya laporkan ini orang sakti," kata Heriandi di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Pusat, Minggu, 6 Januari 2019.
 
Dia mengatakan, 'orang sakti' yang dimaksud tidak lain adalah Tengku Zulkarnain. Menurut warganet, Tengku Zulkarnain merupakan orang yang kebal hukum dan bisa bicara semaunya, namun Hariandi mengacuhkan itu semua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tetapi saya mengabaikan itu karena kecintaan terhadap ibu pertiwi. Kita ingin kondisi demokrasi yang bahagia dan nyaman. Saya resah dengan poster kampanye saya di cela seperti itu," kata Heriandi.
 
Heriandi menuturkan bahwa ia mendapatkan banyak respon negatif atas cuitan yang dileluarkan oleh akun Twitter @ustadtengkuzul.
 
"Komentarnya semua negatif, saya disuruh keluar, saya bukan warga negara Indonesia, saya enggak pantas, saya caleg apaan gitu," kata Heriandi.
 
Menurutnya, tidak ada kesalahan yang terdapat dalam poster kampanyenya. Aksara Mandarin dalam poster kampanye Heriandi, hanyala tulisan namanya, dalam bahasa mandarin.
 
'Saya ini caleg. Saya mencalonkan dan lolos. Berarti saya WNI. KPU hanya meloloskan WNI untuk Pileg," pungkas Heriandi.
 
Baca:Wasekjen MUI Dilaporkan ke Polisi
 
Dalam laporannya ke polisi, Heriandi menyertakan tiga barang bukti berupa tangkapan layar dari cuitan Tengku Zulkarnain, komentar warga net, serta pemberitaan media online. Laporan terhadap Tengku Zulkarnain itu diterima dengan surat laporan LP/0022/I/2019/BARESKRIM dengan jerat pasal UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
 
Sebelumnya, Zulkarnain pada 2 Januari 2019 melampirkan poster kampanye Heriandi di Twitter. "Ini adalah Lembar Kampanye Calon Anggota Legislatif. Pertanyaannya, dari Negara Manakah Para Caleg Ini...? Jika Ini Benar Lembar Kampanye dari NKRI, bagaimana Perasaan Anda Semua...? Senangkah...? Atau Jengkel....? Monggo...," cuit Zulkarnain saat itu.
 
Cuitan itu kemudian dihapus oleh Zulkarnain. Namun, sebelum dihapus, tweet @ustadtengkuzul mendapatkan 771 komentar, dilike oleh 1.896 akun dan telah dibagikan sebanyak 1.210 kali.
 

(DMR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif