Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Polri Upayakan Pemulangan Tersangka Ujaran Kebencian Saifuddin Ibrahim

Nasional polri Penegakan Hukum ujaran kebencian Penodaan Agama
Antara • 13 Mei 2022 00:05
Jakarta: Polri tengah berupaya memulangkan Saifuddin Ibrahim, tersangka ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang meminta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Qur'an. Saifuddin diduga tengah berada di Amerika Serikat (AS).
 
“Masih berproses untuk upaya pemulangan tersangka melalui jalur kerja sama yang dimiliki oleh Polri dengan FBI,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis, 12 Mei 2022.
 
Menurut Dedi, Polri melalui Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) terus berkomunikasi dengan aparat penegak hukum yang ada di Amerika Serikat untuk memulangkan Saifuddin Ibrahim ke Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Belum (ditangkap) karena otoritas AS, jadi terus dikomunikasikan dengan aparat penegak hukum di sana. Nanti kalau sudah ada info lagi akan disampaikan,” kata Dedi.
 
Baca: Polri Tak Berwenang Menangkap Saifuddin Ibrahim di Amerika
 
Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto mengatakan Polri belum mendapat respons dari otoritas Amerika Serikat untuk menangkap Saifuddin. Menurut dia, otoritas Amerika Serikat tidak dapat menangkap Saifuddin karena tidak ada aturan yang dilanggar di Negeri Paman Sam tersebut.
 
Namun, Polri berupaya bisa menangkapnya dengan memberikan informasi kepada Kedutaan Amerika Serikat di Indonesia terkait pelanggaran hukum yang pernah dilakukan Saifuddin di Tanah Air. “Upaya tetap dilakukan dengan menginfokan kepada Kedutaan AS di Indonesia bahwa data aplikasi pengajuan visanya kan ada pertanyaan apakah sudah pernah dihukum atas suatu kasus (SI pernah diputus hukuman di PN Tangerang kasus yang sama). (Kemungkinan) informasinya tidak diisi dengan benar,” kata Agus.
 
Agus mengatakan saat ini Polri hanya bisa menunggu respons dari otoritas Amerika Serikat untuk menangkap Saifuddin. “Kami lebih banyak pasif menunggu respon mereka, kami kan tidak punya kewenangan saat yuridiksi bukan wilayah Polri,” kata Agus.
 
Polri telah menetapkan Saifuddin sebagai tersangka dugaan tindak pidana ujaran kebencian bermuatan SARA. Dalam perkara tersebut, penyidik telah memeriksa 13 orang saksi, yang terdiri atas 9 saksi dan 4 saksi ahli (ahli bahasa, ahli Agama Islam, ahli ITE, dan ahli pidana).
 
Penyidik juga memeriksa barang bukti berupa konten YouTube milik Saifuddin. Dalam perkara ini, penyidik Bareskrim Polri menerima tiga laporan polisi, yakni dua laporan pada 18 Maret dan satu laporan pada 22 Maret. Bahkan, penyidik telah menaikkan status perkara ke tahap penyidikan.
 
Saifuddin dijerat dengan dugaan tindak pidana ujaran kebencian berdasarkan SARA dan atau pencemaran nama baik, dan atau penistaan agama dan atau pemberitaan bohong dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dan atau menyiarkan berita tidak pasti dan berlebihan melalui YouTube Sauifuddin sesuai Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif