Ilustrasi DPR. MI/Bary Fathahillah
Ilustrasi DPR. MI/Bary Fathahillah

2 Tersangka Indosurya Bebas, DPR Diminta Tagih Penjelasan Kabareskrim

Achmad Zulfikar Fazli • 29 Juni 2022 15:55
Jakarta: Sebanyak dua tersangka kasus dugaan investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Henri Surya dan Jane Indria, bebas dari masa tahanan Bareskrim Polri. DPR diminta memanggil Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto untuk menjelaskan pembebasan tersebut.
 
“Kasus pembebasan para tersangka harus diusut tuntas, Komisi III DPR RI mesti segera memanggil Kabareskrim terkait pembebasan para tersangka tersebut,” kata Direktur Eksekutif Perhimpunan Advokat Pro Demokrasi (PAPD) Agus Rihat Manalu dalam ketertangan tertulis, Rabu, 29 Juni 2022. 
 
Menurut dia, alasan Kabareskrim akan mencari cara lain dengan memeriksa secara parsial korban Indosurya adalah hal yang aneh. Sebab, kata Agus, jika pemeriksaan saksi tidak komperhensif sebagaimana petunjuk jaksa, penanganan secara parsial berpotensi tidak akan menemukan bukti terkait dari kasus investasi bodong tersebut. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Ujungnya sudah bisa ditebak karena dianggap kurang saksi dan bukti, maka berkas perkara tersebut pada akhirnya tidak akan pernah P-21 alias lengkap, sehingga Kejaksaan Agung selalu mengembalikan berkas para tersangka,” ujar Agus. 
 
Menurut dia, lepasnya tersangka Indosurya ini merupakan preseden buruk dalam sejarah investasi di Indonesia. Sebab, masyarakat akan takut berinvestasi lantaran sudah merasa tidak mendapat kepastian hukum dari para penegak hukum. 
 
Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto, memerintahkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memecah laporan polisi (LP) korban investasi bodong Indosurya. Hal itu dilakukan sebagai upaya menahan kembali dua tersangka, Henry Surya dan June Indria.
 
"Saya minta untuk tolong dipecah saja LP-LP-nya, karena selama ini kita berupaya untuk menyatukan seluruh laporan yang kita terima dari seluruh Polda, Mabes Polri. Kemudian, polda-polda juga kita tarik laporannya, ternyata ini tidak bisa menyelesaikan perkara itu," kata Agus di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Juni 2022.
 
Agus juga mengarahkan penyidik untuk mencari LP baru terkait dengan kedua tersangka. Agus menegaskan dalam kasus ini, tidak ada asas ne bis in idem, sebab tempat dan waktunya berbeda-beda.
 
Jenderal bintang tiga itu mendorong masyarakat yang menjadi korban Indosurya untuk membuat laporan. Dia mengaku akan menyelidiki secara parsial. Artinya, setiap LP akan ditangani secara terpisah.
 
"Kita akan lakukan upaya paksa lagi kepada para tersangka, kita akan lakukan penahanan. Nanti kalau tidak P-21 lagi, kami akan tangkap lagi, tahan lagi dengan LP yang lain, karena korbannya, investornya lebih dari 14 ribu," ujar mantan Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) itu.
 
(AZF)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif