Tenaga Ahli Kemendag Tahan Banurea ditahan Kejagung. Foto: MI/Tri Subarkah
Tenaga Ahli Kemendag Tahan Banurea ditahan Kejagung. Foto: MI/Tri Subarkah

Kejagung Pastikan Sita Ponsel Tersangka Korupsi Impor Baja

Antara • 20 Mei 2022 07:37
Jakarta: Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) Supardi memastikan bakal menyita ponsel milik Analis Muda Perdagangan Impor di Direktorat Perdagangan Luar Negeri (Dirje Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tahan Banurea. Ia merupakan tersangka dugaan korupsi impor besi atau baja tahun 2016-2021.
 
"Jadi begini, ponselnya disita," kata Supardi dikutip dari Antara, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Tersangka Banurea keluar dari Gedung Bundar sekitar pukul 22.54 WIB, Kamis, 19 Mei 2022. Ia langsung dibawa masuk ke dalam mobil tahanan Kejaksaan Agung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelum mobil tahanan melaju ke Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, tersangka kedapatan sedang berbicara melalui sambungan telepon menggunakan ponsel. Tersangka juga tidak diborgol.
 
"Ketika dia (Banurea) di sini dia pingin menghubungi keluarganya. Itu bisa dipersilakan dulu, bisa dipakai sebentar lalu diambil lagi. Jadi dalam rangka menghubungi keluarga," kata Supardi.
 
Baca: Tenaga Ahli Kemendag Ditahan Terkait Korupsi Impor Baja 
 
Penyidik menahan Tahan selama 20 hari di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Ia disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 5 atau pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor.
 
Tahan disinyalir bukan satu-satunya orang yang menjadi tersangka dalam perkara tersebut. Tahan merupakan anak buah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag Indrasari Wisnu Wardhana yang sebelumnya ditetapkan tersangka dalam perkara korupsi pemberian persetujuan ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, termasuk minyak goreng.
 
Jampidsus Febrie Adriansyah membuka peluang Indrasari menjadi tersangka lagi di perkara korupsi impor besi baja. "Bisa jadi tersangka lagi dia (Indrasari) itu. Kita lagi dalami itu," ujar Febrie, Jumat, 22 April 2022.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif