Musisi Anjie usai menjalani tes urine. Istimewa
Musisi Anjie usai menjalani tes urine. Istimewa

Anji Bakal Direhabilitasi

Siti Yona Hukmana • 23 Juni 2021 17:50
Jakarta: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta mengabulkan permohonan rehabilitasi musisi Erdian Aji Prihartanto (EAP) alias Anji. Mantan vokalis band Drive itu akan menjalani rehabilitasi.
 
"Hasil (asesmen) baru kami ambil tadi, yang bersangkutan mendapat rekomendasi rehabilitasi," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 23 Juni 2021.
 
Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Ronaldo Maradona Siregar akan membuat surat merujuk hasil asesmen BNNP. Saat ini, Anji masih ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Polres Metro Jakarta Barat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti saya buat surat dahulu yang mengacu rekomendasi rehabilitasi dari BNNP, baru bisa dibawa (ke tempat rehabilitasi)," ujar dia.
 
Namun, tempat rehabilitasi belum disampaikan ke publik. Ronaldo memastikan proses hukum Anji tetap berjalan meski dia menjalani rehabilitasi.
 
(Baca: Polisi Buru Pemasok Ganja Musisi Anji)
 
Dia menyebut pihak-pihak yang ditangkap terkait kasus narkoba akan berakhir di persidangan dan mendapat vonis dari majelis hakim. Anji ditangkap di studio rekamannya Cibubur, Jakarta Timur, Jumat malam, 11 Juni 2021.
 
Anji positif mengonsumsi ganja berdasarkan hasil tes urine. Polisi menyita 30 gram ganja di Cibubur dan rumahnya di Bandung, Jawa Barat.
 
Dia ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal berlapis. Anji dijerat Pasal 127 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 127 ayat 1 menyebutkan Setiap orang yang menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
 
Sementara itu, Pasal 111 ayat 1 menyebut Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman dipidana dengan pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif