Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono. Medcom/Cindy.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono. Medcom/Cindy.

Polri Klarifikasi Penahanan Petugas KPK di PTIK

Nasional kpk-polri
Cindy • 10 Januari 2020 12:54
Jakarta:Polri mengakui memeriksa sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Kamis, 9 Januari 2020. Pemeriksaan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
 
"Kalau ada orang yang tidak dikenal oleh penjagaan, kemudian juga tidak ada kartu pengenal kepolisian atau PTIK pasti kita tanya," Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Argo Yuwono di Pusat Latihan Multifungsi Mabes Polri, Gunung Putri, Bogor, Jumat, 10 Januari 2020.
 
Argo membantah petugas KPK tersebut bakal menangkap Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang disebut 'bersembunyi' di PTIK. Petugas KPK itu hanya ingin menunaikan salat di masjid lingkungan PTIK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jenderal bintang satu itu juga tak memerinci pemeriksaan apa saja yang dilakukan terhadap sejumlah petugas KPK itu. Tapi, polisi mempersilakan petugas KPK pulang setelah memperlihatkan identitas mereka.
 
"Setelah kita tanya itu anggota KPK dan sudah dijemput direktur penyelidikan. Sekarang sudah kembali ke KPK. Namanya orang enggak dikenal masuk, kita cek enggak masalah," kata jenderal bintang satu itu.
 
Sebelumnya, Plt juru bicara KPK Ali Fikri menyebut insiden penahanan petugas KPK di PTIK sebagai kesalahpahaman. Para petugas KPK hanya ingin menunaikan salat di masjid yang berada di lingkungan PTIK.
 
Sementara itu, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah tudingan 'bersembunyi' di PTIK. Hasto mengaku mempersiapkan Rakernas PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran sejak Kamis siang, 9 Januari 2019.
 
KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.
 
KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.
 
KPK menetapkan empat tersangka dalam kasus itu. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.
 
Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan pihak swasta, Saeful, menjadi tersangka penyuap. Saeful diduga menjadi staf di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan.
 
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan hanya Harun Masiku yang belum ditahan KPK. KPK meminta Harun segera menyerahkan diri. Sementara itu, tiga tersangka lain menghuni Rumah Tahanan (Rutan) KPK.
 
"Wahyu Setiawan di Rutan Pomdam Jaya Guntur. Untuk Agustiani, ditahan di Rutan K4 KPK, dan Saeful di Rutan C1 KPK," kata Ali.
 


 

(DRI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif