Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

Polri Gandeng Kedubes Bongkar Penyandang Dana Terorisme

Nasional terorisme
Kautsar Widya Prabowo • 25 Juli 2019 09:16
Jakarta: Polri melalui Densus 88 Anti teror bergerak cepat untuk mendalami lebih lanjut penyandang aliran dana otak pelaku terorisme Indonesia-Filipina, Saefulah alias Chaniago. Saat ini Densus telah berkoordinasi dengan kedutaan besar (kedubes) perwakilan negara-negara sahabat di Indonesia untuk membongkar penyandang dana aksi teror.
 
"Ada (kedubes) liaison officer (LO) di bidang kemanan dan pertahanan diundang oleh Densus 88 untuk mengkomunikasikan tukar menukar informasi terkait jaringan terorisme di Indonesia dan beberapa negara," ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Gedung Humas, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Juli 2019.
 
Saat ini ada lima negara yang diduga terdapat teroris ISIS dan menyandang dana kepada Saefullah. Negara tersebut yakni Trinidad dan Tobago, Maladewa, Jerman, Venezuela, dan Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari hasil pertemuan tersebut ditargetkan dalam waktu dekat baik Densus 88 dan perwakilan kedubes dapat memberikan informasi terbaru terkait pergerakan jaringan JAD di Indonesia dan luar negri. "Targetnya minggu-minggu ini, mereka (kedubes) bergerak kita juga bergerak. Nanti saling tukar informasi apa yang kita dapat, termasuk aliran dan ini dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK)," imbuhnya.
 
Lebih lanjut, Polri belum lagi mengetahui proses aliran dana yang mengalir ke tangan Saefulah saat ini. Polri baru dapat menyampaikan aliran dana Rp413.169.857 milik Saefulah dalam kurun waktu Maret 2016 hingga September 2017.
 
"Kalau Abu Saedah ditangkap, maka akan didapat lagi keterangan dari Abu Saedah jaringan-jaringan di bawahnya. Kalau sudah ketangkap semua akan terurai," tutur Dedi.
 
Uang digunakan Saefulah melancarkan teror di Sibolga, Sumatera Utara hingga Gereja Katolik di Filipina. Saefulah juga menggunakan dana itu untuk membeli senjata hingga membiayai anggota ke Khorasan, Afganistan.
 
Dedi memerinci sedikitnya 12 orang yang terdeteksi mengirimkan uang untuk JAD, yakni atas nama Yahya Abdal Karim empat kali dari Tobago, Fawas Ali dari Tobago, Caterina dari Tobago, Ahmed Afrah dari Maladewa, Rahmat Fari dari Tobago, Feri dari Tobago, Pedro Manuel dari Venezuela, Mehmud dari Jerman, Simao dari Jerman, Musli dari Maladewa, Sinar dari Tobago, dan Zonius Onde Zahali dari Malaysia.

 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif