Terdakwa kasus suap jual beli gas alam Bangkalan Fuad Amin menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta -- Antara/Sigid Kuarniawan
Terdakwa kasus suap jual beli gas alam Bangkalan Fuad Amin menjalani sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta -- Antara/Sigid Kuarniawan

Saksi Bela Fuad Amin dalam Sidang Lanjutan

Meilikhah • 03 Agustus 2015 19:19
medcom.id, Jakarta: Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan periode 2007-2010 yang juga masih berhubungan keluarga dengan Fuad Amin, Fahrurozi, memberikan pernyataan mengejutkan dalam sidang lanjutan. Di tengah-tengah kesaksiannya, dia membela saudara jauhnya itu di depan majelis hakim dan jaksa penuntut umum pada KPK.
 
"Sebelumnya, saya mau mengatakan sesuatu lebih dulu yang mulia agar didengar oleh semuanya," kata Fahrurozi, di hadapan persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Selatan, Senin (3/8/2015).
 
Pernyataan Fahrurozi pun ditanggapi garang oleh Fuad Amin. "(Bicaranya) yang jelas!" tukas mantan Bupati Bangkalan tersebut. Mendengar tanggapan keras tersebut, Fahrurozi melanjutkan pembicaraannya.

"Sejak menjabat Dirut, (peran Fuad) di Dinas Kesehatan beliau punya komitmen kesehatan yang baik, ingin memajukan kesehatan. Pembangunan beliau pesat. Kalau di kesehatan dihitung 3,3 tahun menjabat, tanah di Puskesmas sudah banyak bangunan. Artinya beliau komitmen pada kesehatan," ucap Fahrurozi.
 
Dia juga mengakui, tiap kali mengajukan anggaran selalu disetujui oleh Fuad. Dari sekian banyak anggaran yang dia urus, miliar rupiah masuk ke kantong Fuad Amin melalui surat perintah membayar yang menjadi kewajiban dinas saat meminta persetujuan pencairan anggaran.
 
Dokter di RSUD Sarifah Ambami Ratu Ibu Bangkalan itu mengungkapkan rincian pemberian uang ke Fuad Amin sejak 2005 hingga 2010. Saat ditanya runutan pemberian duit, Fahrurozi tak merincinya dengan lengkap.
 
"Tahun 2007 pokoknya pemberian uang SPM dan pencairan SP2D sekitar Rp1,8 miliar termasuk beban tetap. Tahun 2008 total ke Fuad Rp1,8 miliar. 2009 total Rp1,5 miliar. Tahun 2010 belum sempat mencairkan anggaran," jelas Fahrurozi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SUR)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>