Titiek Soeharto----MI/M Irfan
Titiek Soeharto----MI/M Irfan

Keluarga Soeharto Merasa Tak Punya Kewajiban Bayar Kerugian Negara

Nasional supersemar
Al Abrar • 14 Agustus 2015 18:02
medcom.id, Jakarta: Siti Hediati Hariyadi alias Titiek, anak keempat Presiden ke-2 RI Soeharto, menyebut tak ada kewajiban buat keluarga Soeharto membatar utang Rp4,4 triliun kepada negara. Padahal, Mahkamah Agung sudah mengabulkan peninjauan kembali atas putusan terhadap Yayasan Supersemar.
 
"Tidak ada tuntutan pada mantan Presiden Soeharto ataupun ahli warisnya untuk bayar Rp4,4 T itu," kata Titiek di Komplek Parlemen, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015).
 
Wakil Ketua Komisi IV ini menegaskan, tuntutan tersebut hanya kepada yayasan bukan kepada Soeharto. Tapi, kata dia, yayasan yang didirikan ayahnya itu tak menyalahgunakan duit negara.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami menyatakan, tidak ada penyalahgunaan dana negara oleh Yayasan Supersemar," tegasnya.
 
Mahkamah Agung (MA) telah mengambil putusan terkait PK 140/PK/PDT/2015 pada tanggal 8 Juli 2015. Putusan itu mengabulkan permohonan PK 1 dari Presiden RI yang diwakili Jaksa Agung dan menolak PK 2 dari Yayasan Supersemar.
 
"Membatalkan putusan kasasi yang terdahulu, kemudian conform dengan putusan judek yuris, kasasi kecuali tentang besarnya ganti rugi, ada salah ketik, ada digit yang hilang, kemudian dibenarkan dalam PK, yaitu menghukum termohon PK atau Lembaga (Yayasan) Supersemar dengan ganti rugi sebesar US$315 juta dan Rp139,2 miliar kepada negara," kata Humas MA Hakim Agung Suhadi, Selasa 11 Agustus.
 

(TII)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif