Tersangka kasus pembobolan BNI, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah 17 tahun buron. Antara/Aditya Pradana Putra
Tersangka kasus pembobolan BNI, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah 17 tahun buron. Antara/Aditya Pradana Putra

Masa Penahanan Maria Pauline Diperpanjang

Nasional kasus pembobolan dana Maria Pauline Lumowa
Siti Yona Hukmana • 24 Juli 2020 13:35
Jakarta: Polisi memperpanjang masa penahanan tersangka pembobolan dana BNI Maria Pauline Lumowa (MPL). Penahanan warga negara Belanda itu diperpanjang 40 hari ke depan.
 
"Terhitung mulai Rabu, 29 Juli, hingga 7 September 2020," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 24 Juli 2020.
 
Permohonan perpanjangan masa penahanan Maria disampaikan Bareskrim Polri ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Polisi dan kejaksaan telah berkoordinasi sejak Senin, 20 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Maria merupakan salah satu tersangka pembobol dana BNI melalui letter of credit (L/C) fiktif pada 2003. Negara dirugikan Rp1,7 triliun.
 
Baca: Aset Maria Pauliene Diusut dari Terpidana Pembobol BNI
 
Setelah 17 tahun buron, Maria ditangkap dan diekstradisi dari Serbia untuk diproses hukum. Dia dijerat Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukumannya maksimal pidana penjara seumur hidup.
 
Teranyar, polisi juga menjerat Maria dengan Pasal 3 ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Aset-aset warga Belanda itu bakal ditelusuri.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif