medcom.id, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan pihaknya akan mengkroscek hasil audit investigasi yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Ahok.
"Kita akan mencoba mengkroscek, kan sudah kita pegang data audit dari BPK," kata Agus di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
Menurut Agus, penyidik juga akan menanyakan aturan yang digunakan BPK dalam mengaudit. KPK ingin melihat apakah proses audit sesuai aturan yang ada.
"Atau Pak Ahok punya bantahan dari sudut yang lain? Jadi dikroscek saja," ucap dia.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, penyidik akan mendalami semua yang diketahui Ahok terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras ini. Termasuk, besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan RS Sumber Waras.
"Ya semuanya kita kroscek, semuanya kita dalami, ada kesalahan yang fatal atau tidak, atau seperti dilansir BPK memang ada kerugian negara yang terjadi atau tidak. Itu semuanya sedang kita dalami," terang dia.
Pada 23 November tahun lalu, BPK memeriksa Ahok selama delapan jam. Juru Bicara BPK Yudi Ramdhan mengatakan, pemeriksaan Ahok untuk melengkapi berkas audit investigasi yang diminta KPK.
BPK mengindikasikan ada penggelembungan harga dalam pembelian tanah seluas 3,7 hektare tersebut. Sebab, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit berbeda. Ini yang sedang diusut penyidik KPK.
Pagi ini, penyidik KPK memeriksa Ahok sebagai saksi. Ahok mengaku siap menjawab pertanyaan terkait pembelian lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga merugikan keuangan negara Rp191 miliar.
medcom.id, Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan pihaknya akan mengkroscek hasil audit investigasi yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Ahok.
"Kita akan mencoba mengkroscek, kan sudah kita pegang data audit dari BPK," kata Agus di Gedung KPK, Jalan H. R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016).
Menurut Agus, penyidik juga akan menanyakan aturan yang digunakan BPK dalam mengaudit. KPK ingin melihat apakah proses audit sesuai aturan yang ada.
"Atau Pak Ahok punya bantahan dari sudut yang lain? Jadi dikroscek saja," ucap dia.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, penyidik akan mendalami semua yang diketahui Ahok terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras ini. Termasuk, besaran Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan RS Sumber Waras.
"Ya semuanya kita kroscek, semuanya kita dalami, ada kesalahan yang fatal atau tidak, atau seperti dilansir BPK memang ada kerugian negara yang terjadi atau tidak. Itu semuanya sedang kita dalami," terang dia.
Pada 23 November tahun lalu, BPK memeriksa Ahok selama delapan jam. Juru Bicara BPK Yudi Ramdhan mengatakan, pemeriksaan Ahok untuk melengkapi berkas audit investigasi yang diminta KPK.
BPK mengindikasikan ada penggelembungan harga dalam pembelian tanah seluas 3,7 hektare tersebut. Sebab, Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) lahan di sekitar dengan lahan rumah sakit berbeda. Ini yang sedang diusut penyidik KPK.
Pagi ini, penyidik KPK memeriksa Ahok sebagai saksi. Ahok mengaku siap menjawab pertanyaan terkait pembelian lahan untuk pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga merugikan keuangan negara Rp191 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)