Ilustrasi. Media Indonesia.
Ilustrasi. Media Indonesia.

KPK Selisik Korupsi Desi Aryanni Lewat Pegawai Waskita Karya

Nasional kpk Korupsi di PT Waskita Karya
Fachri Audhia Hafiez • 14 Oktober 2020 11:11
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga pegawai PT Waskita Karya (Persero). Mereka akan diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya.
 
"Tiga saksi diperiksa untuk tersangka DSA (mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.
 
Ketiga saksi itu, yakni pegawai serta karyawan PT Waskita Karya Fatkhur Rozaq dan Hendra Herdiana. Kemudian Staf Keuangan Divisi II PT Waskita Karya Wagimin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wagimin sempat diperiksa penyidik pada Selasa, 13 Oktober 2020. Wagimin diminta menjelaskan dugaan aliran uang yang diterima tersangka Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar.
 
"Penyidik masih terus mendalami aliran uang ke tersangka YAS dan kawan-kawan," ujar Ali.
 
Baca: Tersangka Kasus Waskita Karya Diduga Getol Memanipulasi Data Keuangan
 
KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara rasuah ini. Mereka ialah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana; mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman; dan Kepala Divisi II Waskita Karya Fathor Rachman, bersama Desi serta Yuly.
 
Para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya pada 2009 hingga 2015.
 
Kelima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif