Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto menjawab pertanyaan wartawan seusai menggelar pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/3)--MI/Rommy Pujianto
Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot Dewa Broto menjawab pertanyaan wartawan seusai menggelar pertemuan di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/3)--MI/Rommy Pujianto

Kemenpora: Jangan Sampai Ada Hambalang Kedua

Nasional hambalang
Yogi Bayu Aji • 28 Maret 2016 14:44
medcom.id, Jakarta: Pemerintah akan mengkaji hati-hati kelanjutan proyek Hambalang. Pemerintah tak ingin proyek itu bermasalah kembali.
 
"Jangan sampai ada Hambalang kedua," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora Gatot S. Dewa Broto saat menyambangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jalan HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (28/3/2016).
 
Kemenpora saat ini masih meminta pertimbangan berbagai pihak terkait proyek Hambalang, salah satunya KPK. Lembaga antikorupsi menyarankan keberlanjutan proyek harus dipikirkan matang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Gatot menjelaskan, KPK ingin ada audit teknik terhadap proyek yang membuat mantan Bendahara Umum Demokrat M. Nazaruddin jadi pesakitan itu. Hal ini yang menjadi perhatian KPK. "Jadi ada pergerakan tanah yang akibatnya longsor. Ada pertanyaan menarik dari KPK, apakah itu bisa diatasi atau tidak," jelas dia.
 
Gatot mengatakan, pemerintah telah membentuk tim untuk membahas masalah ini. Mereka mengundang tim ahli independen dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.
 
Hasil dari kajian akan disampaikan ke Presiden Joko Widodo. "Nanti Presiden yang akan memutuskan, kira-kira lanjut atau tidak, apakah akan jadi sekolah atlet atau sport science activity," kata dia.
 
Presiden Jokowi melongok langsung proyek Hambalang pada Jumat 18 Maret. Proyek yang dibangun di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu kondisinya kini tidak terawat.
 
Pemerintah pun segera memutuskan nasib proyek Pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di Desa Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Proyek senilai Rp2,5 triliun ini mangkrak sejak 2011.
 
Proyek ini dihentikan setelah KPK menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi di proyek tersebut pada Agustus 2011. KPK menetapkan beberpa tersangka, mulai dari Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedi Kusdinar hingga politikus Demokrat Muhammad Nazaruddin, Anas Urbaningrum, Andi Alfian Mallarangeng, dan Angelina Sondakh.
 
(YDH)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif