Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez
Ilustrasi Gedung KPK. Medcom/Fachrie Audhia Hafiez

KPK Pelajari 'Kelitan' Imam Nahrawi

Nasional Kasus Suap Imam Nahrawi
Candra Yuri Nuralam • 30 Juni 2020 17:25
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons kelitan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi terkait dengan penerimaan uang Rp11,5 miliar. KPK segera tentukan sikap.
 
"Terkait pengembangan kasus kita akan rapat pekan depan untuk mendalami hal tersebut dengan rapat bersama seluruh penyidik, para direktur, deputi, apakah kemudian informasi itu bisa dikembangan atau tidak," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juni 2020.
 
KPK akan menentukan sikap untuk mengembangkan penyidikan ini atau tidak dalam tujuh hari ke depan. Para pimpinan akan mempertimbangkan seluruh fakta persidangan yang ada.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu laporan dari jaksa penuntut umum. Karena dalam masa waktu tujuh hari pasti akan dikonsultasikan dengan pimpinan," ujar Lili.
 
KPK mempersilakan Imam berkelit atas penerimaan uang tersebut. KPK juga mempersilahkan Imam mengajukan banding jika merasa dirugikan atas vonis majelis hakim.
 
Baca: Imam Berkelit Tak Terima Suap Rp11,5 Miliar
 
Sebelumnya, Imam berkelit menerima suap Rp11,5 miliar. Dia menantang agar aliran dana fulus tersebut dibongkar.
 
"Saya tidak menerima Rp11,5 miliar. Kami akan berusaha keras agar uang itu bisa dibongkar bersama-sama," kata Imam saat persidangan di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 29 Juni 2020.
 
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu bakal mempelajari vonis hakim. Imam divonis tujuh tahun penjara serta denda Rp400 juta subsider tiga bulan kurungan.
 
Imam menerima putusan hakim tersebut. Kendati demikian, dia kecewa karena beberapa unsur pembuktian aliran dana suap tidak menjadi pertimbangan hakim.
 
"Silakan membuat tipu daya dan Allah akan membalas tipu daya setiap manusia. Allah sebaik-baik pembalas tipu daya," ujar Imam.
 

(AZF)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif