Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: ANT/Aprilio Akbar.
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: ANT/Aprilio Akbar.

KPK Panggil Dua PNS Kabupaten Bogor

Nasional rachmat yasin
Candra Yuri Nuralam • 25 Juli 2019 11:49
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Dace Supriadi, dan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bogor, Oetje Subagja. Keduanya akan diperiksa dalam kasus dugaan gratifikasi eks Bupati Bogor, Rachmat Yasin.
 
"Keduanya dipanggil sebagai saksi untuk kasus tindak pidana korupsi pemotongan dana dan gratifikasi eks Bupati Bogor," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 25 Juli 2019.
 
Yasin diduga kerap menerima uang dari jajaran Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). Yasin setelah menjabat sebagai Bupati Bogor diduga beberapa kali melakukan pertemuan resmi maupun tidak dengan SKPD di Pemkab Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yasin kemudian meminta para kepala dinas membantunya. Setiap SKPD harus menyetor uang kepada Yasin.
 
Setiap SKPD diduga memiliki sumber dana berbeda yang dipotong untuk memenuhi kewajiban ke Yasin. Sumber dana yang dipotong diduga berasal dari honor kegiatan pegawai, dana insentif struktural SKPD, dan dana insentif dari jasa pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD).
 
Total uang yang diterima Yasin selama 2009 hingga 2014 dari potongan dana kegiatan SKPD mencapai Rp8.931.326.223.
 
Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan perkara yang menjerat Yasin sebelumnya. Yasin terjerat kasus suap tukar lahan kawasan hutan lindung seluas 2.754 hektare untuk PT Bukit Jonggol Asri (BJA), Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ia baru saja bebas dari perkara pertama pada 8 Mei 2019.
 
Yasin keluar setelah pengajuan cuti menjelang bebas (CMB) dipenuhi. Dia seharusnya baru bisa bebas dari jeruji besi pada September 2019.
 
Lembaga Antirasuah telah memproses tiga tersangka lain yang ditangkap pada 7 Mei 2014. Tiga orang itu yakni Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bogor, M Zairin; swasta bernama FX Yohan Hap; serta Komisaris Utama PT Jonggol Asri sekaligus Presiden Direktur PT Sentul City Kwee Cahyadi Kumala.
 
Yasin disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif