Pengamat terorisme Ridwan Habib. Foto: Cindy/Medcom.id
Pengamat terorisme Ridwan Habib. Foto: Cindy/Medcom.id

Larangan Cadar Dinilai Strategi Pemetaan Kelompok Radikal

Nasional syariat islam Tangkal Radikalisme
Cindy • 04 November 2019 17:34
Jakarta: Larangan menggunakan cadar dan celana cingkrang dinilai sebagai strategi Menteri Agama Fachrul Razi memetakan kelompok radikal. Strategi itu untuk membuat tokoh-tokoh radikal keluar menentang kebijakan Fachrul.
 
"Itu dalam teknik intelijen yang disebut testing the water. Cek ombak. Yang dianggap selama ini kawan ternyata enggak setuju jadi keliatan," kata pengamat terorisme Ridwan Habib dalam sebuah diskusi di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 4 November 2019.
 
Menurut dia, Fachrul hanya ingin menguji kelompok yang tidak terima dengan larangan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ridwan menyebut kelompok radikal seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sudah menyusup ke instansi pemerintah. Mereka kemudian menolak larangan menggunakan cadar dan celana cingkrang.
 
Tokoh Muda Nahdlatul Ulama Mohamad Guntur Romli menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menolak aturan larangan menggunakan cadar dan celana cingkrang termasuk kelompok radikal. Pasalnya, setiap instansi memiliki aturan dalam cara berpakaian.
 
"Dengan mereka memaksa memakai cadar itu ciri-ciri radikal. Karena mereka menolak. Penolakan dalam peraturan, itu bentuk radikalisme yang terekspresif," tegas Guntur.
 
Menurut dia, ASN yang tidak terpapar paham radikal pasti menyesuaikan diri dengan aturan di instansinya masing-masing. Mereka akan manut terhadap aturan yang ada.
 
"Misalnya di Mesir. Di Mesir itu mahasiswa-mahasiswi ketika dia masuk kuliah dilarang memakai cadar. Itu harus dibuka," ujar politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu.
 
Sebelumnya, Fachrul mengaku berencana melarang penggunaan cadar atau niqab saat memasuki instansi pemerintahan. Hal itu demi alasan keamanan usai insiden penusukan mantan Menkopolhukam Wiranto.
 
"Memang nantinya bisa saja ada langkah-langkah lebih jauh, tapi kita tidak melarang niqab, tapi melarang masuk instansi-instansi pemerintah, demi alasan keamanan," kata Fachrul saat Lokakarya 'Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid' di Hotel Best Western, Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2019.
 
Fachrul menekankan penggunaan niqab tak ada hubungannya dengan keimanan."Kita ingin memberikan kejelasan itu bukan ukuran tingginya iman dan takwa seseorang," tutur dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif