Kejaksaan Agung. Foto: MI
Kejaksaan Agung. Foto: MI

Eks Direktur Keuangan Waskita Karya Diperiksa Terkait Korupsi Penggunaan Fasilitas Pembiayaan

Siti Yona Hukmana • 19 September 2022 22:05
Jakarta: Mantan Direktur Keuangan PT Waskita Karya (persero) Tbk, THK, diperiksa penyidik Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung). Dia diperiksa terkait dugaan korupsi dalam penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan perusahaannya.
 
"THK diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan PT Waskita Karya (persero) Tbk dan PT Waskita Beton Precast, Tbk," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Senin, 19 September 2022.
 
Selain itu, penyidik Jampidsus Kejagung memeriksa supervisor Accounting PT Waskita Karya (persero) Tbk berinisial I. Saksi I juga dicecar soal kasus rasuah di PT Waskita Karya (persero) Tbk dan PT Waskita Beton Precast Tbk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan PT Waskita Karya (persero) Tbk. dan PT Waskita Beton Precast Tbk," kata Ketut.
 

Baca: Korupsi di Waskita Diselisik Lewat 4 Saksi


Kejagung menetapkan empat tersangka dalam dugaan korupsi penyimpangan dan atau penyelewengan dalam penggunaan dana anak perusahaan BUMN Waskita Karya, yakni Waskita Beton Precast pada 2016 sampai 2020. Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka ialah Direktur Operasi Waskita Beton periode 2016-2018 Agus Wantoro (AW). Dia juga tercatat Direktur Pemasaran Waskita Beton periode 2018-2020.
 
Tersangka lainnya ialah General Manajer Pemasaran Waskita Beton 2016-2020 Agus Prihatmono (AP). Lalu, staf Manager Pemasaran Area 1 Waskita Beton 2016-2019 Benny Prastowo (BP). Terakhir, Anugriatno (A) selaku pensiunan karyawan Waskita Beton.
 
Dugaan korupsi itu disebabkan karena para tersangka telah melakukan perbuatan melawan hukum atau menyalahgunakan wewenang dengan melakukan pengadaan fiktif yang tidak dapat dimanfaatkan maupun ditindaklanjuti. Pengadaan fiktif itu dilakukan Waskita Beton dengan meminjam bendera beberapa perusahan dengan membuat surat pemesanan material fiktif, meminjam bendera vendor atau supplier, membuat tanda terima material fiktif, serta membuat surat jalan barang bukti.
 
Perbuatan itu menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp2,583 triliun. Keempat tersangka ditahan di dua tempat berbeda. Agus Wantoro dan Benny ditahan di Rutan Salemba cabang Kejagung. Sementara itu, Agus Prihatmono dan Anugriatno ditahan di Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat Salemba.
 
Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(JMS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif