Kampus Unila. Foto: Dok. Unila
Kampus Unila. Foto: Dok. Unila

KPK Tunggu Laporan Jaksa untuk Kembangkan Kasus Suap di Unila

Candra Yuri Nuralam • 05 Desember 2022 08:13
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal mengembangkan kasus dugaan suap dalam penerimaan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila). Pendalaman kasus menunggu laporan jaksa yang menyidangkan perkara itu.
 
"Jadi kalau sudah proses perkara itu disidangkan, maka pengembangannya kami menunggu laporan dari JPU (jaksa penuntut umum). Jadi, kalau sudah ada laporan jadi proses hukum itu ya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 5 Desember 2022.
 
Rekor Unila Karomani menyebutkan sejumlah nama pejabat yang diduga ikut memberikan suap untuk tahapan penerimaan mahasiswa dalam persidangan terdakwa sekaligus pihak swasta Andi Desfiandi. Salah satu nama yang masuk dalam nyanyian Karomani yakni Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan dan anggota DPR Utut Adianto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Informasi itu dipastikan sudah dicatat jaksa. Setelah persidangan, jaksa bakal melaporkan temuannya untuk dikembangkan oleh Kedeputian Penindakan KPK.
 
"Kalau sudah selesai mungkin ada pengembangan di tahap penyelidikan, penyidikan, maka penyidik lapor," ucap Ghufron.
 
Karomani mengaku berkomunikasi langsung dengan sejumlah orang tua calon mahasiswa baru (maba) yang meminta bantuannya untuk diterima di perguruan tinggi negeri tertua di Lampung itu.

Baca: Rektor Unila Diduga Punya 'Tim Marketing' Cari Calon Penyuap


Dalam sidang perkara kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru untuk terdakwa Andi Desfiandi, Rabu, 30 November 2022, Karomani menyebutkan sejumlah tokoh yang menitipkan anak maupun saudara mereka kepadanya untuk diterima sebagai mahasiswa Unila.
 
Nama-nama calon mahasiswa titipan itu adalah NZ dari Anggota DPR Utut Adianto, AQ NP dari Thomas Rizka, KDA dari Tamanuri, SNA dari Polda Joko, NA dari Sulpakar, RAR dari Bupati Lampung Tengah, FA dari Pendekar Banten, ZA dari Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, ZAP dari terdakwa Andi Desfiandi, R dari Anggota DPR Khadafi), PR dari Keluarga Banten, FS dari Wakil Rektor II Unila Asep Sukohar.
 
Kemudian ada calon mahasiswa berinisial M titipan dari Asep Sukohar, AC titipan Alzier Dianis Thabranie, NA titipan Sulaiman, NT titipan Dr. Z, RBM titipan pemilik saham RS Urip Sumoharjo, AF titipan Mahfud Suroso, M titipan Budi Sutomo, MZ titipan Budi Sutomo, CPM, dan R.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif