PDI Perjuangan meluncurkan buku catatan hukum akhir tahun 2018/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli
PDI Perjuangan meluncurkan buku catatan hukum akhir tahun 2018/Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli

Kader PDIP Mendominasi Daftar OTT KPK

Achmad Zulfikar Fazli • 20 Desember 2018 15:39
Jakarta: Kader PDI Perjuangan mendominasi daftar operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang 2018. Setidaknya, delapan kepala daerah dari partai banteng moncong putih itu terjerat kasus korupsi.

"Jika merujuk data, kader-kader PDI P justru yang menduduki peringkat pertama terjaring OTT KPK," ujar Ketua Setara Institute Hendardi dalam acara peluncuran buku catatan hukum akhir tahun 2018 di kawasan Cikini, Jakarta, Kamis, 20 Desember 2018.

Kader PDI Perjuangan yang tertangkap tangan ialah mantan Bupati Ngada Marianus Sae, mantan Bupati Bandung Barat Abu Bakar, dab mantan Bupati Purbalingga Tasdi. Ada pula mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, mantan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, mantan Bupati Labuhan Batu Pangonal Harahap, mantan Bupati Buton Selatan Agus Deisal Hidayat, dan mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Data itu juga menunjukkan penindakan hukum tanpa pandang bulu. PDI Perjuangan yang merupakan partai penguasa justru terbanyak terjaring OTT.

"Perbuatan korupsi adalah tindakan individual yang tidak bisa digeneralisasi untuk mengukur kinerja partai politik dalam pemberantasan korupsi," ujar dia.

Baca: Jaksa Sebut PDI Perjuangan Kecipratan Uang Suap Asrun

Ketua bidang Hukum, HAM, dan Perundang-undangan DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan mengakui banyak kepala daerah partainya terjaring OTT. Namun, PDI Perjuangan tidak akan memberi ampun kader terjerat kasus korupsi.

"Kalau ada yang terkena OTT dilakukan pemecatan segera dan kepada mereka tidak ada yang diberikan bantuan hukum," tegas Trimedya.

Berdasarkan data SETARA Institute, kader Golkar menduduki posisi kedua di peringkat OTT. Ada lima kader yang terjerat kasus korupsi selama 2018, yakni mantan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko, mantan Wali Kota Pasuruan Setiyono, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mantan Bupati Bener Meriah Ahmadi dan mantan Bupati Subang, Imas Aryumningsih.

Baca: Bupati Cirebon Dipecat dari PDI Perjuangan

Sedangkan Demokrat 'menyumbang' dua orang, yakni  mantan Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolanda Berutu dan mantan Irwandi Yusuf Gubernur Aceh. Kader PAN yang terjaring OTT ialah mantan Wali Kota Kendari Adriatma Dwi Putra dan mantan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Sedangkan kader Partai Berkarya yang terjaring OTT ialah mantan Bupati Hulu Sungai Tengah Abdul Latif. Kader Perindo yang terjaring OTT ialah mantan Bupati Bengkulu Selatan Dirwan Mahmud. Terakhir, kader NasDem yang terjaring OTT ialah mantan Bupati Lampung Selatan Mustafa dan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>