1.263 Napi di Sulteng Masih Kabur
Warga binaan memasak air di sekitar lokasi reruntuhan dinding Lapas Kelas II A Palu, di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/10).
Jakarta: Sebanyak 1.263 narapidana dan warga binaan di Sulawesi Tengah belum kembali ke Lapas dan Rutan. Mereka kabur saat gempa dan tsunami mengguncang Palu dan Donggala. 

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan mereka yang kembali atau tertangkap bakal dipindah. Mereka bakal ditempatkan di Rutan Maesa. 

"Akan ada back up dari personel  Polri untuk membantu pengamanan Rutan Maesa," ujar Dedi kepada Medcom.id, Kamis, 11 Oktober 2018. 


Dedi mengungkapkan Rutan Maesa bakal jadi lokasi penampungan sementara untuk napi Lapas Donggala dan Lapas Palu. Sebab, kedua lapas rusak berat. 

Dia menambahkan data terakhir pada Selasa, 9 Oktober 2018, sebanyak 534 napi di Lapas Palu belum kembali, sedang 27 napi sudah melapor. Lapas Palu dihuni 561 napi. 

"Itu saat gempa, tembok kiri dan belakang lapas roboh sehingga para napi dapat keluar mudah dari lapas," ucap dia. 

Baca juga: 1.425 Tahanan di Sulteng Kabur

Selanjutnya, di Rutan Maesa, Palu, sebanyak 333 napi masih kabur, sementara 132 napi sudah melapor. Sebelum bencana rutan dihuni 465 napi. 

"Napi dikeluarkan saat gempa tanggal 28 September karena napi ketakutan dan mengancam akan membakar rutan apabila tidak dikeluarkan," beber dia. 

Sementara di Lapas Donggala sebanyak 293 napi masih kabur, sementara 49 napi lainnya sudah melapor. Lapas Donggala sebelumnya dihuni 342 napi. 

Setelah gempa terjadi, kata Dedi, para napi membakar lapas karena kepala lapas menolak mengeluarkan napi. 

"Lapas Parigi jumlah napi 380, melarikan diri 76 orang. Sampai saat ini 76 napi belum kembali," kata dia. 





(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id