Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Juru bicara KPK Febri Diansyah - Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Terpidana Suap Infrastrukur Lampung Selatan Dijebloskan ke Bui

Nasional OTT di Kementerian PUPR
Juven Martua Sitompul • 23 April 2019 16:03
Jakarta: Jaksa eksekutor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan dua terpidana kasus suap proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan ke bui. Eksekusi dilakukan setelah vonis kedua terdakwa berkuakatan humum tetap atau inkrah.
 
"Hari ini, jaksa eksekusi pada KPK telah melakukan eksekusi terhadap dua orang terpidana korupsi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakara, Selasa, 23 April 2019.
 
Dua terpidana itu yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan, Anjar Asmara dan Anggota DPRD Lampung Agus Bhakti Nugraha. Keduanya akan menjalani masa tahanannya di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terpidana dibawa pagi ini dari Rutan Wai Hui Lampung telah sampai di Lapas Sukamiskin sebelum siang," ujarnya.
 
Anjas Asmara dan Agus Bhakti Nugraha divonis empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Tanjungkarang, Bandar Lampung. Keduanya dinilai terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam kasus suap proyek infrastruktur di PUPR.
 
Anjas Asmara dan Agus Bhakti Nugraha ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan dan Bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Zainudin diduga memerintahkan Agus Bhakti agar koordinasi dengan Anjas Asmara untuk mengatur proyek di Lampung Selatan.
 
‎Zainudin, Anjar dan Agus selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
 
Gilang sebagai pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 Tahun 2001.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif