KPK Endus Upaya Megubah Aturan Tata Ruang Meikarta

Juven Martua Sitompul 29 November 2018 18:26 WIB
meikartaOTT Pejabat Bekasi
KPK Endus Upaya Megubah Aturan Tata Ruang Meikarta
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Rommy
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya upaya mengubah aturan tata ruang untuk izin proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group di Bekasi. Saat ini, penyidik masih menelisik pihak-pihak yang terlibat dalam upaya mengubah aturan tersebut.

"Indikasi adanya pihak tertentu yang memiliki kepentingan mengubah aturan tata ruang di Kabupaten Bekasi, agar proyek tersebut bisa diterbitkan perizinan secara menyeluruh," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Sayangnya, lembaga antirasuah masih menutup rapat informasi siapa pihak-pihak yang dimaksud. Febri beralasan hingga kini penyidik masih mengumpulkan informasi untuk membongkar dugaan tersebut.


KPK terus mendalami skandal suap Lippo Group. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, CEO Lippo Group James Riady, dan mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk Toto Bartholomeus telah diperiksa dalam kasus ini.

Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk Ketut Budi Wijaya, Corporate Affairs Siloam Hospital Group Josep Christoper Mailool, Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk Soni dan Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk Richard Setiadi juga dimintai keterangan.

Baca: Sumber Suap Meikarta Teridentifikasi

Teranyar, Direktur Keuangan PT Mahkota Sentosa Utama (PT MSU) Hartono diperiksa penyidik. Dari semua pemeriksaan itu, terungkap adanya pertemuan-pertemuan antara petinggi Lippo Group dan Neneng.

Salah satunya, James Riady yang mengakui pernah bertemu Neneng dengan alasan silaturahmi persalinan Neneng. Billy Sindoro juga mengaku dua kali bertemu Neneng.

Pertemuan pertama dilakukan untuk memberi selamat atas persalinan Neneng. Sedangkan pada pertemuan kedua, Billy dan Neneng membahas pembangunan Rumah Sakit (RS) Siloam di Meikarta.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo Group. Penggarap proyek Meikarta ialah PT Mahkota Sentosa Utama, yang merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk di bawah naungan Lippo Group.

Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun. Meikarta menjadi proyek terbesar Lippo Group selama 67 tahun grup bisnis milik Mochtar Riady itu berdiri.

Dalam kasus ini, Billy Sindoro diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan anak buahnya. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta.



(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id