Kuasa hukum dari mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, Ahmad Yani (kanan) meninggalkan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK, Jakarta. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)
Kuasa hukum dari mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung, Ahmad Yani (kanan) meninggalkan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK, Jakarta. (Foto: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Tim Hukum Minta KPK Segera Bebaskan Syafruddin

Nasional kasus blbi blbi
Juven Martua Sitompul • 09 Juli 2019 18:31
Jakarta: Tim kuasa hukum Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka datang untuk meminta KPK segera membebaskan terdakwa kliennya tersebut.
 
Kuasa hukum yang hadir yakni Ahmad Yani dan Hasbullah. Keduanya akan menunggu Syafruddin sampai dikeluarkan dari bui.
 
"Menurut aturan legalitasnya, apa pun keputusan itu memang harus atau wajib dia (Syafruddin) dikeluarkan dengan masa penahanannya habis, kalau biasa itu kan tidak boleh lagi dilakukan penahanan," kata Yani depan Rutan Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa, 9 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Yani, jika merujuk pada aturan yang berlaku, KPK harus melepaskan Syafruddin malam ini. Yani dan tim hukum lainnya akan berkoordinasi dengan pihak KPK perihal pembebasan kliennya.
 
Baca juga:KPK: Putusan MA Aneh Bin Ajaib
 
"Kita berharap bahwa memang masa penahanannya memang berakhir seperti itu jadi ya kita menunggu saya batas akhir jam 12 (malam). Kalau memang lebih cepat bisa lebih bagus juga," pungkasnya.
 
Mahkamah Agung (MA) sebelumnya mengabulkan kasasi yang diajukan Syafruddin. MA melepaskan Syafruddin atas vonis perkara dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).
 
Dalam amar putusannya, Majelis Hakim Agung MA membatalkan putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang menjatuhkan hukuman 15 tahun pidana penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan terhadap Syafruddin.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif