Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Pemerintah Ekstradisi 2 WNA Kasus Narkotika ke Korsel

Nasional narkotika internasional penyelundupan narkotika
Juven Martua Sitompul • 07 November 2019 22:40
Jakarta: Pemeritah Indonesia mengekstradisi dua warga negara asing (WNA) ke Republik Korea dari Bali. Dua WNA yang diekstradisi yakni satu warga negara Malaysia berinisial AG dan satu orang berinisial LTK warga negara Filipina.
 
"Pemerintah Republik Korea menyampaikan permintaan ekstradisi tersebut, yang diajukan berdasarkan Perjanjian Ekstradisi antara Republik Indonesia dan Republik Korea," kata Direktur Otoritas Pusat Hukum Internasional (OPHI) pada Ditjen AHU Kemenkumham, Tudiono saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 7 November 2019.
 
Menurut Tudiono, kedua WNA ini diduga telah melakukan tindak pidana membawa masuk narkotika golongan I jenis metamfetamina (methamphetamine) seberat 2.050,46 gram ke dalam wilayah Republik Korea. Tindak pidana tersebut melanggar Pasal 58 Undang-Undang Republik Korea tentang Pengendalian Narkotika dan Pasal 11 Undang-Undang Republik Korea tentang Hukum Tambahan mengenai Kejahatan Spesifik (Psikotropika).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keduanya ditangkap di wilayah Pemerintah Indonesia oleh Kepolisian RI merujuk Red Notice (surat keterangan pencarian orang atau buronan) Interpol, atas permintaan Kepolisian Republik Korea. Proses ekstradisi ini dilakukan merujuk pada Kepres Nomor 21 Tahun 2019 tanggal 26 Juli 2019 dan Kepres Nomor 19 Tahun 2019 tanggal 26 Juli 2019 yang mengabulkan permintaan ekstradisi terhadap kedua WNA, AG dan LTK.
 
"Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) melaksanakan Keputusan Presiden tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.
 
Persetujuan tersebut ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi antarkementerian dan lembaga pada Rabu, 25 Septermber 2019. Hasilnya, pemerintah Indonesia sepakat menyerahkan AG dan LTK pada 7 November 2019 di Kejaksaan Tinggi Bali sekitar pukul 15.00 WITA.
 
"Waktu dan tempat tersebut telah memperoleh persetujuan dari pemerintah Republik Korea," ucap Tudiono.
 
Pelaksanaan ekstradisi tersebut dihadiri dan disaksikan oleh perwakilan kementerian dan lembaga terkait penanganan ekstradisi AG dan LTK di Indonesia, termasuk Wakil Kejaksaan Tinggi Bali, Didik Farkhan Alisyahdi, beserta perwakilan pemerintah Republik Korea. Tudiono menjadi perwakilan dari pemerintah Republik Indonesia dalam pelaksanaan ekstradisi tersebut.
 

(HUS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif