Pimpinan KPK terpilih periode 2019-2023 (dari kiri): Lili Pintauli Siregar, Alexander Marwata, Firli Bahuri, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango. Foto: Mohamad Irfan/MI
Pimpinan KPK terpilih periode 2019-2023 (dari kiri): Lili Pintauli Siregar, Alexander Marwata, Firli Bahuri, Nurul Ghufron dan Nawawi Pomolango. Foto: Mohamad Irfan/MI

Presiden Dinilai Dapat Mempercepat Pelantikan Pimpinan Baru KPK

Nasional Pimpinan Baru KPK
Medcom • 18 September 2019 09:26
Jakarta: Presiden Joko Widodo dinilai dapat mempercepat pelantikan pimpinan baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan meminta DPR memberhentikan pimpinan saat ini. Karena pimpinan KPK saat ini sudah membuat suasana di Lembaga Antirasuah tidak kondusif.
 
"Ini demi kestabilan publik yang semakin hari semakin gaduh dan butuh kepastian,"kata ahli hukum Bambang Saputra kepada wartawan, Rabu, 18 September 2019.
 
Pelantikan pimpinan baru KPK idealnya memang mengikuti aturan. Namun sikap pimpinan KPK yang memberikan mandat kepada Presiden harus dipertegas secara konstitusi. Secara konstitusi, Presiden tidak bisa menerima mandat dari pimpinan KPK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sikap pengembalian mandat yang ditempuh para pimpinan KPK merupakan celah hukum yang dibuat oleh mereka sendiri, yang dapat ditafsirkan mengundurkan diri secara bersama-sama karena adanya pernyataan pengembalian mandat," tegas dia.
 
Pimpinan KPK yang dianggap bekerja profesional dan mengutamakan kepentingan publik dinilai justru mengorbankan publik ke ranah kegaduhan politik. Padahal KPK bukan lembaga politik.
 
"KPK bekerja harus tunduk pada aturan, bukan mengurusi aturan yang bukan wewenangnya. KPK adalah pengguna undang-undang dan bukan pembuat. Karenanya KPK tidak perlu melakukan manuver politik dengan cara-cara yang melanggar etis," kata dia.
 
Atas dasar itu, lanjut Bambang, Presiden bisa meminta pertimbangan para pembantunya dan DPR untuk memberhentikan pimpinan KPK saat ini, dan melantik pimpinan KPK periode 2019-2023 yang baru terpilih.
 
"Saya yakin pimpinan KPK yang baru akan lebih hebat dari yang sekarang, jangan di-justice dengan alasan aplogistis, tapi lihat dulu kinerjanya ke depan," jelas dia.
 
Bambang berharap, pimpinan KPK yang akan datang dapat bekerja secara profesional dan akuntable. "Tunjukkan kepada publik mereka memang layak memimpin lembaga antirasuah itu, dengan mengedepankan upaya pencegahan, monitoring, dan supervisi dengan lembaga terkait," pungkas dia.

 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif