Jakarta: Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar meminta Polri memberikan data jumlah masjid yang diduga menjadi penyebar radikalisme. Hal ini untuk mencegah simpang siur informasi di tengah masyarakat.
"Data itu perlu untuk mengerti dan mengetahui masjid-masjid yang diindikasi radikal," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 4 Februari 2022.
Muhaimin mendorong peran masyarakat untuk melapor apabila mengetahui ada masjid yang menyebarkan radikalisme. Sebab, masyarakat lebih mengetahui kondisi daerahnya.
"Data yang paling penting adalah laporan masyarakat," jelasnya.
Baca: Jokowi Harap Masjid Perkokoh Kebangsaan dan Kembangkan Kesejahteraan
Sebelumnya, Polri bakal memetakan atau mapping masjid-masjid se-Indonesia. Upaya itu dalam rangka mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme lewat rumah ibadah.
"Masjid ini sekarang 'warna'-nya macam-macam ada yang hijau, ada yang keras, ada yang semi keras dan sebagainya," kata Direktur Keamanan Negara (Kamneg) Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri Brigjen Umar Effendi dalam Halaqah Kebangsaan I Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI, Rabu, 26 Januari 2022.
Umar menegaskan akan memetakan masjid-masjid yang ada di Indonesia. Permintaan pemetaan masjid itu sudah disampaikan saat diskusi dengan sejumlah pihak beberapa waktu lalu.
Jakarta: Wakil Ketua DPR Abdul
Muhaimin Iskandar meminta Polri memberikan data jumlah masjid yang diduga menjadi penyebar radikalisme. Hal ini untuk mencegah simpang siur informasi di tengah masyarakat.
"Data itu perlu untuk mengerti dan mengetahui
masjid-masjid yang diindikasi radikal," ujar Muhaimin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 4 Februari 2022.
Muhaimin mendorong peran masyarakat untuk melapor apabila mengetahui ada masjid yang menyebarkan radikalisme. Sebab, masyarakat lebih mengetahui kondisi daerahnya.
"Data yang paling penting adalah laporan masyarakat," jelasnya.
Baca:
Jokowi Harap Masjid Perkokoh Kebangsaan dan Kembangkan Kesejahteraan
Sebelumnya, Polri bakal memetakan atau
mapping masjid-masjid se-Indonesia. Upaya itu dalam rangka mencegah penyebaran radikalisme dan terorisme lewat rumah ibadah.
"Masjid ini sekarang 'warna'-nya macam-macam ada yang hijau, ada yang keras, ada yang semi keras dan sebagainya," kata Direktur Keamanan Negara (Kamneg) Badan Intelijen dan Keamanan (BIK) Polri Brigjen Umar Effendi dalam Halaqah Kebangsaan I Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme (BPET) MUI, Rabu, 26 Januari 2022.
Umar menegaskan akan memetakan masjid-masjid yang ada di Indonesia. Permintaan pemetaan masjid itu sudah disampaikan saat diskusi dengan sejumlah pihak beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)