Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Sulung Mulia Putra. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Sulung Mulia Putra. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Tindakan Dokter Kecantikan Ilegal di Jaktim Berisiko Tinggi

Nasional polri dki jakarta pemprov dki klinik ilegal dokter ilegal
Siti Yona Hukmana • 23 Februari 2021 21:14
Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta tidak membenarkan tindakan SW alias Y, dokter kecantikan ilegal di Jakarta Timur (Jaktim). Penindakan medis yang dilakukan dokter kecantikan abal-abal itu berisiko tinggi bagi kesehatan masyarakat.
 
"Tindakan medis impasif ini tidak boleh dilakukan, bahkan oleh dokter yang tidak terlatih pun tidak boleh. Apalagi orang nonkesehatan, sangat tidak boleh karena risikonya luar biasa," kata Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Krisis Kesehatan Dinkes DKI Jakarta Sulung Mulia Putra di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Februari 2021.
 
Sulung mengatakan tindakan tersangka SW dapat menimbulkan efek negatif bagi pasien. Benar saja, dua dari ratusan pasien mengeluh terjadi pembengkakan pada payudara dan bibir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Sulung menyebut tindakan tersangka SW itu seharusnya dilakukan oleh dokter spesialis. Hal itu sesuai standar kompetensi dokter Indonesia yang dilanggar SW.
 
"Jadi, (SW) bisa dikenakan pasal tentang praktik kedokteran dan tentang tenaga kesehatan," ujar Sulung.
 
Baca: Klinik Kecantikan Ilegal di Ciracas Jaktim Beromzet Ratusan Juta Per Bulan
 
SW ditangkap di klinik kecantikannya di Lantai 2 Ruko Zam-Zam, Jalan Baru TB Simatupang, Susukan, Ciracas, Jakarta Timur, pada Minggu, 14 Februari 2021. SW membuka praktik perawatan kecantikan di klinik dan panggilan.
 
SW mencari konsumen melalui media sosial Instagram. Kemudian, dia menawarkan jasa datang ke rumah. Dia sudah banyak berpraktik ke rumah konsumen di Jakarta, Bandung, hingga Aceh.
 
SW ditahan di Polda Metro Jaya. Dia dijerat Pasal 77 jo Pasal 73 ayat (1) dan atau Pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. SW terancam pidana lima tahun penjara atau denda Rp150 juta.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif