Ilustrasi polisi. Medcom.id
Ilustrasi polisi. Medcom.id

Maklumat Kapolri Terkait Kepatuhan Prokes Saat Libur Nataru Dicabut

Nasional polri Natal Tahun Baru
Siti Yona Hukmana • 05 Januari 2021 06:54
Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis mencabut Maklumat Nomor: Mak/4/XII/2020 tanggal 23 Desember 2020 tentang Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan (Prokes) dalam Pelaksanaan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Pencabutan maklumat menyusul berakhirnya Operasi Kepolisian Terpusat Lilin-2020.
 
"Sehubungan dengan itu, bersama ini disampaikan bahwa Operasi Lilin-2020 yang dilaksanakan selama 15 hari dari 21 Desember berakhir pada 4 Januari 2020 pukul 24.00 WIB," dikutip dari salinan surat telegram rahasia (STR) Kapolri nomor STR: 9/XII/OPS.2./2020 yang diterima Medcom.id, Selasa, 5 Januari 2021.
 
Idham menegaskan dengan berakhirnya Operasi Lilin-2020, Maklumat tentang Kepatuhan Prokes saat Libur Nataru tidak berlaku. Surat telegram rahasia itu diteken oleh Asisten Kapolri bidang Operasi (Asops) Irjen Iman Sugianto.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama pemberlakuan maklumat itu, polisi melakukan kegiatan pelayanan rapid test antigen gratis untuk masyarakat yang hendak bepergian ke luar Jakarta. Sebanyak 6.173 orang menjalani rapid test antigen hingga Kamis, 31 Desember 2020.
 
Sebanyak 5.805 orang dinyatakan nonreaktif covid-19, sedangkan 268 orang lainnya dinyatakan reaktif covid-19. Masyarakat yang reaktif covid-19 dilarang bepergian.
 
Mereka dibawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk menjalani tes polymerace chain reaction (PCR). Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat bila dinyatakan positif covid-19. Pasien akan menjalani perawatan intensif.
 
Polisi dan Satpol PP juga menyegel D'Bungker bar yang terletak di Kebayoran Selatan, Jakarta Selatan. Bar tersebut melanggar jam operasional saat malam tahun baru dan tidak menerapkan protokol kesehatan.
 
Bar Koda di Sudirman, Jakarta Pusat juga disegel petugas gabungan Polri, TNI, Satpol PP.  Bar itu melanggar jam operasional dan protokol kesehatan. Izin usaha kedua bar itu terancam dicabut.
 
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang kegiatan perayaan malam tahun baru untuk memutus mata rantai penularan covid-19. Kegiatan perayaan malam tahun baru dinilai berpotensi menimbulkan kerumunan massa yang mengakibatkan penularan virus.
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif