Jakarta: Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi menjelaskan ihwal pertemuan dengan Direktur Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Brigjen Firli. Ia membantah, pertemuan itu membahas kasus divestasi saham Newmont Nusa Tenggara.
"Saya ingat pertemuan itu 13 Mei, jauh sebelum saya diklarifikasi (KPK), saya belum tau ada proses pengumpulan data dan penyidikan," kata Zainul di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018.
Pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menambahkan pemeriksaan awal di KPK berlangsung pada 20 Mei. Lagipula, pertemuan itu tak diinisiasi dirinya.
Ia mendapatkan undangan melalui telepon dari mantan Danrem 162 Wira Bhakti Kolonel Farid Makruf. Farid, kata Zainul, mengajaknya bertemu di lapangan tenis.
Di lapangan itu telah ada Brigjen Firli dan Danrem 162 Wira Bhakti Ahmad Rizal Ramdhani. Pertemuan itu pun sekadar silaturahmi membahas kesehatan dan kabar.
"Saya juga baru tau Pak Firli bermain tenis, Pak Farid juga, ketemu tanya kesehatan, setelah itu selesai," kata TGB.
TGB mengaku tak sedikit pun berbicara tentang kasus divestasi saham Newmont Nusa Tenggara dalam pertemuan itu. Mantan gubernur dua periode itu sangat menghargai profesi orang lain.
"Saya punya prinsip menghormati dan menghargai profesi seseorang, saya tidak akan merusak profesionalisme dari pejabat seperti beliau," jelas
TGB.
Jakarta: Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi menjelaskan ihwal pertemuan dengan Direktur Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Brigjen Firli. Ia membantah, pertemuan itu membahas kasus divestasi saham Newmont Nusa Tenggara.
"Saya ingat pertemuan itu 13 Mei, jauh sebelum saya diklarifikasi (KPK), saya belum tau ada proses pengumpulan data dan penyidikan," kata Zainul di Jalan Pakubuwono, Jakarta Selatan, Rabu, 19 September 2018.
Pria yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) itu menambahkan pemeriksaan awal di KPK berlangsung pada 20 Mei. Lagipula, pertemuan itu tak diinisiasi dirinya.
Ia mendapatkan undangan melalui telepon dari mantan Danrem 162 Wira Bhakti Kolonel Farid Makruf. Farid, kata Zainul, mengajaknya bertemu di lapangan tenis.
Di lapangan itu telah ada Brigjen Firli dan Danrem 162 Wira Bhakti Ahmad Rizal Ramdhani. Pertemuan itu pun sekadar silaturahmi membahas kesehatan dan kabar.
"Saya juga baru tau Pak Firli bermain tenis, Pak Farid juga, ketemu tanya kesehatan, setelah itu selesai," kata TGB.
TGB mengaku tak sedikit pun berbicara tentang kasus divestasi saham Newmont Nusa Tenggara dalam pertemuan itu. Mantan gubernur dua periode itu sangat menghargai profesi orang lain.
"Saya punya prinsip menghormati dan menghargai profesi seseorang, saya tidak akan merusak profesionalisme dari pejabat seperti beliau," jelas
TGB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LDS)