Konferenis pers soal pengungkapan kasus penembakan di Tangerang. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Konferenis pers soal pengungkapan kasus penembakan di Tangerang. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Polisi: Korban Penembakan di Tangerang Bukan Ustaz Tapi Paranormal

Siti Yona Hukmana • 28 September 2021 14:37
Jakarta: Polisi mengungkapkan Arman, korban penembakan di Kecamatan Pinang, Kunciran, Kota Tangerang, bukan ustaz. Arman kerap dipanggil ustaz lantaran menjadi Ketua Majelis Taklim di lokasi tempat tinggal.
 
"Saya tekankan korban adalah paranormal. Peristiwa pembunuhan tidak terkait predikatnya dalam kapasitas ustaz, karena memang bukan ustaz," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 28 September 2021.
 
Tubagus menyebut meski menjadi Ketua Majelis Taklim, Arman tidak mengajarkan mengaji dan ilmu agama. Hal itu diperkuat dengan pernyataan saksi dan bukti yang ditemukan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menuturkan latar belakang sangat penting untuk arah penyelidikan selanjutnya. "Bukti yang kita temukan itu pertama, buku tamu dengan berbagai macam keperluannya. Artinya korban memang melayani itu (pengobatan alternatif)," ujar Tubagus.
 
Arman ditembak saat perjalanan pulang usai salat Magrib di Jalan Gempol, Kelurahan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Banten, sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu, 18 September 2021. Korban tewas dengan luka tembak di perut sebelah kiri.
 
Penembak langsung kabur setelah melihat korban tergeletak bersimbah darah. Pelaku menggunakan jaket ojek daring.
 
Polisi menangkap pelaku penembakan, M. Otak penembakan itu ditangkap di Serang, Banten, pada Kamis, 23 September 2021. M mengaku membunuh karena dendam.
 
Sebanyak dua pesuruh M, yakni eksekutor, K, dan joki, S, ditangkap di lokasi yang sama pada Senin, 27 September 2021. Polisi masih memburu satu pelaku lain berinisial Y.
 
Ketiga tersangka telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara. Subsider Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan yang Menghilangkan Jiwa Orang Lain dengan ancaman hukuman selama-selamanya 15 tahun penjara.
 
Baca: Penembak Ketua Majelis Taklim di Tangerang Ditangkap
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif