Kondisi Hendra Subrata alias Anyi saat hendak dipulangkan ke Indonesia. Foto: Istimewa
Kondisi Hendra Subrata alias Anyi saat hendak dipulangkan ke Indonesia. Foto: Istimewa

Buronan Kasus Percobaan Pembunuhan Hendra Subrata Dieksekusi

Nasional deportasi Singapura Adelin Lis Hendra Subrata
Siti Yona Hukmana • 26 Juni 2021 22:56
Jakarta: Buronan Kejaksaan Agung (Kejagung) Hendra Subrata alias Anyi tiba di Jakarta pukul 19.40 WIB dari Singapura. Terpidana kasus percobaan pembunuhan terhadap korban Herwanto Wibowo langsung dieksekusi jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat.
 
"Sejak hari ini terpidana ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba cabang Kejagung," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam konferensi pers di Gedung Kejagung, Jakarta Selatan, Sabtu, 26 Juni 2021. 
 
Leonard mengatakan penahanan Hendra di Rutan Salemba cabang Kejagung hanya sementara. Hendra ditempatkan di rutan tersebut untuk menjalani karantina kesehatan selama 14 hari. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Selanjutnya kita akan lakukan tes PCR kembali dan akan berkoordinasi dengan lembaga pemasyarakatan," ujar Leonard.
 
Buronan 10 tahun itu menumpangi pesawat Garuda Indonesia GA-837. Berbeda dengan buronan kasus korupsi pembakalan liar Adelin Lis, Hendra kembali ke Tanah Air secara sukarela. Dia membeli tiket penerbangan dari Singapura ke Jakarta menggunakan uang pribadi.
 
Baca: Diterbangkan ke Jakarta, Hendra Subrata Lebih Kooperatif daripada Adelin Lis
 
Leonard mengatakan kepulangan buronan itu atas kerja sama dengan Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo. Ia berkoordinasi dan bersinergi baik dengan Kementeri Luar Negeri, Direktorat Jenderal Imigrasi, Kejagung, dan Polri. 
 
Keberadaan buronan itu terungkap pada 18 Februari 2021. Kala itu, Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejagung mendapat telepon dari Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura.
 
Informasi itu menyebutkan ada Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Endang Rifai (ER) berada di KBRI Singapura hendak memperpanjang paspor. Setelah dicek identitasnya, Endang Rifai ternyata orang yang sama dengan WNI bernama Hendra Subrata.
 
Kemudian, Kejagung berkoordinasi kembali dengan KBRI Singapura dan atase Singapura untuk memulangkan Hendra. Guna mengeksekusi buronan percobaan pembunuhan itu. 
 
Leonard menuturkan Hendra Subrata didakwa Pasal 338 KUHP jo Pasal 53 ayat 1 KUHP. Terpidana Kejaksaan Negeri Jakarta Barat itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 28 September 2011 atau hampir 10 tahun. 
 
Mulanya, Hendra dituntut tujuh tahun penjara pada 20 Januari 2009 oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jakarta Barat. Terpidana dinyatakan bersalah telah melakukan percobaan pembunuhan dengan hukuman pidana empat tahun penjara dalam putusan pengadilan pada 26 Mei 2009. 
 
Kemudian, 25 Maret 2010 terpidana mengajukan banding namun ditolak. Lalu, terpidana melakukan kasasi pada 8 Oktober 2010. Upaya kasasi juga ditolak. Selanjutnya, terpidana melakukan dua kali peninjauan kembali (PK) pada 2012 dan 2015. Mahkamah Agung (MA) menolak kedua PK itu. 
 
Sehingga dengan penolakan PK, perkara terpidana dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Namun, Pengadilan Jakarta Barat mengubah status tahanan terpidana dari tahanan rutan menjadi tahanan kota pada saat persidangan 26 September 2008 
 
"Sejak putusan MA terpidana sudak pindah bersama istrinya ke Singapura," ungkap Leonard. 

 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif