Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte. MI/Susanto
Terdakwa kasus suap penghapusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra, Irjen Napoleon Bonaparte. MI/Susanto

Terungkap, Irjen Napoleon Suruh Tahanan Buat Surat Pencabutan Laporan M Kece

Siti Yona Hukmana • 09 Oktober 2021 21:08
Jakarta: Irjen Napoleon Bonaparte menyuruh salah satu tahanan di Rutan Bareskrim Polri membuat surat pencabutan laporan oleh M Kece. Sebelumnya, beredar di media sosial surat terbuka M Kece meminta pencabutan laporan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte terkait kasus penganiayaan yang dialaminya.
 
"Surat itu bukan dibuat oleh korban MK (M Kece), tapi oleh salah satu tersangka (tersangka penganiayaan M Kece) atas perintah NB (Napoleon), kemudian korban disuruh tanda tangan," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi kepada Medcom.id, Sabtu, 9 Oktober 2021.
 
Andi memastikan kasus penganiayaan M Kece oleh sejumlah tahanan di Rutan Bareskrim Polri terus berlanjut hingga persidangan. Namun, dia tidak dapat memastikan perbuatan Irjen Napoleon dapat memperberat hukuman.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penyidik hanya bertugas menyajikan fakta dan bukti, bukan untuk menjatuhkan hukuman berat atau ringan," tutur dia.  
 
Dalam surat yang diterima Medcom.id, M Kece menulis pengajuan permohonan pencabutan atau penarikan laporan polisi nomor: LP/B/0510/VIII/2021/ tanggal 26 Agustus 2021. M Kece melaporkan Irjen Napoleon Bonaparte terkait penganiayaan.
 
Terungkap, Irjen Napoleon Suruh Tahanan Buat Surat Pencabutan Laporan M Kece
Surat pencabutan laporan kasus penganiayaan yang disebut ditulis M Kece. DOK
 
"Kami telah sepakat menyelesaikan permasalahan ini secara damai dan kekeluargaan. Saya anggap perkara sudah tuntas dan saya berjanji tidak melanjutkan perkara ini ke sidang pengadilan," demikian surat M Kece yang ditulis tangan pada 3 September 2021 yang ditujukan pada Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.
 
Sebelumnya, Polri menyebut M Kece hanya menyampaikan permintaan maaf kepada Irjen Napoleon. M Kece takut dianiaya lagi oleh jenderal bintang dua itu.
 
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu mengeroyok M Kece di dalam kamar selnya Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri pada Kamis dini hari, 26 Agustus 2021. Wajah dan badan M Kece dilumuri kotoran manusia hingga dipukul.
 
Keesokan harinya pukul 15.00 WIB, Irjen Napoleon kembali menganiaya M Kece seorang diri. Motif pengeroyokan dan penganiayaan itu karena tidak terima agama Islam dihina.
 
Polisi menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiayaan M Kece. Mereka yakni terdakwa kasus suap dan penghapusan red notice buron Djoko Tjandra, Irjen Napoleon, tahanan kasus uang palsu, DH; narapidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), DW; narapidana kasus penipuan dan penggelapan, H alias C alias RT; dan narapidana kasus perlindungan konsumen, HP.
 
Mereka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Pelaku terancam lima tahun enam bulan penjara.
 
Baca: Beredar Surat M Kece Cabut Laporan Terhadap Irjen Napoleon, Ini Kata Polisi
 
 
(REN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif