Adegan per Adegan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Siti Yona Hukmana 19 November 2018 17:21 WIB
Pembunuhan di Bekasi
Adegan per Adegan Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
HS, tersangka pembunuhan di Bekasi, memperagakan aksinya. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Adegan per adegan bagaimana Haris Simamora menghabisi keluarga Diperum Nainggolan dipertontonkan dalam prarekonstruksi yang digelar di Polda Metro Jaya. Semua kejadian direka secara detail.

Prarekonstruksi berlangsung sejak pagi, Senin, 19 November 2018. Semua alat peraga mulai dari sofa, kursi, sampai meja, disiapkan agar mendekati tempat kejadian perkara di rumah korban: Bonjong Nangka, Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.

"Kita akan check and recheck keterangan tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Jakarta Selatan, Senin, 19 November 2018.
 
Prarekonstruksi merekam seluruh kejadian, mulai dari Haris diundang ke rumah korban, pembunuhan, sampai dia meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP). Seluruhnya ada 57 adegan, 35 di antaranya diperagakan sendiri oleh Haris.


Haris tiba di rumah Diperum sekitar pukul 21.00 WIB, Senin, 12 November 2018. Haris masuk rumah setelah dibukakan pintu oleh Sarah Nainggolan, anak Diperum.

Haris, Diperum, dan istrinya, Maya Ambarita, sempat ngobrol di ruang keluarga. Mereka bercakap-cakap sembari menonton televisi. Nah, saat itulah sempat terlontar ucapan tidak mengenakkan dari Diperum kepada Haris.

Diperum menanyakan apakah Haris akan menginap. Tapi, korban juga mengingatkan, bahwa Douglas Nainggolan, kakak kandung Diperum sekaligus pemilik kontrakan yang ditempati korban, tak suka bila Haris bermalam. Haris sebelumnya pernah bekerja sebagai penjaga kontrakan milik Douglas.

"Nginap atau enggak kamu. Kalau enggak mau nginap, nanti enggak enak sama abang kita Doglas,” kata Diperum seperti diperagakan polisi.
 
Maya menimpali. “Terserah mau nginap atau enggak, soalnya ini bukan rumah kita. Kita cuma numpang di sini.”
 
Diperum berkata kepada Maya, "Sudah tahu kamu kalau Haris nginap di sini abang saya enggak suka.”

Diperum lalu bercakap dengan Haris menggunakan bahasa batak yang artinya, "Kamu tidur di belakang saja, kaya sampah kamu."

Haris naik pitam. Dia bulat tekad hendak menghabisi Diperum dan Maya dengan linggis yang ada di bawah wastafel di dapur rumah korban. Haris beraksi pukul 23.00 WIB. Melihat Diperum sedang menonton TV, tanpa babibu dia langsung menghantamkan linggis ke bagian atas kepala korban.

Diperum terkapar, tapi belum sampai ajal. Melihat tubuh kakak iparnya masih bergerak, Haris kembali menghantam tubuh Diperum dengan linggis.

Maya yang mendengar suara gaduh terbangun dan keluar dari kamar. Belum sempat bereaksi, Haris menyerang dan memukul kepala Maya. Dua kali.

Haris belum puas. Untuk memastikan bahwa Diperum telah meninggal, dia kembali dua kali memukul tubuh korban. Lalu, menusuk leher korban dengan ujung linggis tajam sebanyak tiga kali.

Hal sama dilakukan terhadap Maya. Setelah memastikan kedua korban tidak bernyawa, Haris menutupi wajah Diperum dan Maya yang berlumur darah dengan bantal sofa. Linggis diletakkan di sisi kiri kaki Maya. Lalu, Haris duduk di sofa panjang di depan televisi dan memandangi kedua korban.
 
Kedua anak korban, Sarah dan Arya Nainggolan, keluar dari kamar karena mendengar suara gaduh. Haris menyuruh keduanya kembali masuk ke kamar. Sarah bertanya, "Mama kenapa?
 
"Mama lagi sakit, kamu masuk ke kamar saja," kata Haris.

Haris duduk di sofa sambil memikirkan apa yang telah dilakukannya. Dia lalu masuk ke kamar Sarah dan Arya untuk menyuruh mereka tidur. Keduanya mamatuhi perintah Haris. Haris duduk di tengah-tengah mereka dan terdiam.
 
Tapi, tak lama berselang, Haris menutupi wajah Sarah dengan selimut dan mencekik lehernya. Sarah tewas. Selanjutnya, dia mencekik Arya hingga tewas.
 
Usai membunuh Sarah dan Arya, Haris kembali duduk di sofa panjang di depan televisi. Dia terdiam berpikir untuk menghilangkan bukti. Haris masuk ke kamar Diperum dan Maya, lalu mengambil uang Rp2 juta dan kunci mobil. Dia juga mengambil empat telepon genggam di atas TV.

Baca: Haris Beraksi Sendiri

Haris memasukkan semua barang milik korban ke dalam tas selempang warna biru. Dia juga mengambil linggis berlumuran darah dan mengelapnya dengan selimut di depan TV. Haris membawa semua barang bukti itu, lalu pergi ke luar rumah lewat pintu samping. Tujuannya: tempat mobil Nissan X-Trail milik korban terparkir.

HS membuka terlebih dahulu pintu kiri bagian tengah mobil dan memasukkan linggis ke bawah kursi tengah. Dia meletakkan tas biro dongker di kursi tengah. HS lalu membuka pintu pagar kontrakan dan meninggalkan TKP.
 
Kepala Unit I Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Malvino Edward menjelaskan peristiwa ini baru diketahui Selasa, 13 November 2018, pukul 06.30 WIB. Tersangka pun terancam hukuman berat.
 
HS dijerat Pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. Dia juga dikenakan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun.





(OGI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id