Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir. Foto: Juven Martua Sitompul/Medcom.id
Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir. Foto: Juven Martua Sitompul/Medcom.id

Menrisekdikti Minta Petuah Pimpinan KPK

Nasional antikorupsi
Juven Martua Sitompul • 30 November 2018 02:26
Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya, menemui pimpinan untuk berkoordinasi soal wacana penerapan mata kuliah anti korupsi.
 
Nasir menilai penerapan mata kuliah anti korupsi ke seluruh perguruan tinggi di Indonesia itu dapat mengurangi tindak pidana korupsi di tanah air. Sehingga, kata dia, penerapan mata kuliah baru itu perlu disusun secara matang agar pemberantasan korupsi biaa tercapai.
 
"Ini apakah nanti ada berapa SKS yang kita masukan di dalamnya, atau nanti akan kita embed ke mata kuliah lain agar lebih sederhana," kata Nasir usai menemui pimpinan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 29 November 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Nasir, koordinasi penerapan mata kuliah anti korupsi ini bakal memakan waktu panjang. Mengingat, ada beberapa hal yang harus disesuaikan, salah satunya, menentukan penerapan materi anti korupsi ke seluruh mahasiswa atau hanya pada mata kuliah tertentu saja.
 
"Apa yang harus kita lakukan nanti kita diskusikan (lebih lanjut)," ucapnya.
 
Selain soal mata kuliah anti korupsi, Nasir dan pimpinan juga sempat membicarakan tentang kewajiban para pejabat Kemenristekdikti untuk melaporkan harta kekayaannya. Dia meminta saran ke KPK agar pelaporan kekayaan pejabat Kemenristekdikti di bawah kepemimpinannya bisa menjadi lebih baik dari sekarang.
 
"Ini dalam rangka menanggulangi korupsi di kampus dan kementerian supaya terhindar dari masalah korupsi," pungkasnya.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif