Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet. (Foto: Medcom.id/Ilham Pratama)

Fahri Hamzah Diminta Jadi Saksi Meringankan Ratna

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Ilham Pratama Putra • 25 April 2019 10:36
Jakarta: Kuasa Hukum terdakwa penyebar berita bohong Ratna Sarumpaet, Insank Nasarudin, berencana menghadirkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ke persidangan. Fahri akan dimintai keterangan meringankan dakwaan Ratna.
 
"Kemungkinan iya (Fahri Hamzah). Beliau bersedia untuk memberikan keterangan sesuai dengan yang beliau lihat, dengar, dan ketahui," kata Insank di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis 25 April 2019.
 
Menurut dia, Fahri Hamzah mampu menguraikan kronologis ketika kehebohan berita Ratna mencuat. Keterangan Fahri dinilai sinkron dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena di dalam dakwaan, jaksa menguraikan ada kumpul-kumpul beberapa orang di Menteng (Jakarta Pusat). Fahri Hamzah hadir di Menteng itu, makanya sangat sinkron keterangan Fahri Hamzah nantinya," ujarnya
 
Tak hanya Fahri, pihaknya bahkan sudah mempersiapkan empat saksi fakta dan ahli dari pihak Ratna. Salah satu saksi yang berencana dihadirkan ialah karyawan yang bekerja di rumah Ratna Sarumpaet.
 
Dia dinilai relevan bersaksi di persidangan. Termasuk beberapa orang yang berdemo di Polda Metro Jaya pada 3 Oktober 2018 untuk menangkap pelaku pemukulan Rata juga akan dihadirkan untuk meringankan dakwaan keonaran.
 
"Unjuk rasa itu kan dijamin dalam undang-undang menyampaikan aspirasi. Jadi di mana keonarannya?," pungkasnya.
 
Baca juga: Hasto: Biar Rakyat Tahu Provokator Sebenarnya
 
Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajah Ratna yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif