NEWSTICKER
HErmanus Hasan Muslim--Antara/Puspa Perwitasari
HErmanus Hasan Muslim--Antara/Puspa Perwitasari

Sidang Tipikor, Bank Century Minta Repo Aset Bukan FPJP

Nasional sidang century
Torie Natalova • 21 April 2014 14:31
medcom.id, Jakarta: Mantan Direktur Bank Century Hermanus Hasan Muslim mengaku Bank Century meminta bantuan repo (gadai) aset kepada Bank Indonesia (BI). Namun permintaan repo aset itu justru dikabulkan BI dalam bentuk Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP).
 
Menurut Hermanus, Bank Century mengajukan repo aset melalui surat kepada BI sebanyak dua kali yakni pada 29 dan 30 Oktober 2008 senilai Rp1 triliun. Komisaris Bank Century memutuskan mengajukan repo atas saran dari Direktorat Pengawasan BI.
 
"Saat krisis tidak ada penyelesaian, penyetoran modal tidak dipenuhi, pemegang saham tidak bisa dipenuhi. Setelah konsultasi dengan pengawas coba untuk repo aset. Itu untuk penuhi Giro Wajib Minimum (GWM) supaya untuk bisa kliring. Karena kalau kliring enggak jalan, dananya ditarik lagi," kata Hermanus saat bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (21/4/2014).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hermanus mengatakan plafon yang diajukan oleh Bank Century untuk repo aset tersebut sebesar Rp1 triliun. Diakui Hermanus, saat itu Bank Century hanya mengajukan repo aset, bukan FPJP karena Bank Century berada di puncak krisis akibat banyaknya nasabah yang menarik dana mereka dari Century. Bantuan yang diminta Bank Century itu menurut Hermanus bukan untuk likuiditas melainkan untuk bantuan kliring.
 
"Kami meminta untuk mengajukan repo aset, memohon repo. Setelah kalah kliring, kita sibuk calling<> pemegang saham tapi tetap tidak terealisasi. Saya diundang rapat ke BI, saya dipanggil ketemu Bu Siti Fadjriah jam 02.00 pagi. Intinya karena keadaan sudah begini, akhirnya BI putuskan untuk dapatkan bantuan fasilitas likuiditas. Saya tanya bentuknya apa, waktu itu disebut FPJP," tuturnya.
 
Usai dilakukan pengikatan bantuan FPJP dari BI ke Bank Century pada 14 November 2008, Hermanus mengatakan BI kemudian meminta dokumen jaminan FPJP dilengkapi.
 

(LAL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif