Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

3 Karyawan Waskita Karya Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi

Siti Yona Hukmana • 27 September 2022 21:23
Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) terus memeriksa saksi dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan PT Waskita Karya (persero) Tbk. dan PT Waskita Beton Precast, Tbk. Sebanyak tiga karyawan Waskita Karya diperiksa.
 
"Saksi-saksi yang diperiksa yaitu IF selaku Treasury Manager pada PT Waskita Karya (persero) Tbk," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 September 2022.
 
Saksi kedua adalah NR selaku Treasury Staff pada PT Waskita Karya (persero) Tbk, dan saksi ketiga IS selaku Corporate Accounting Manager pada PT Waskita Karya (persero) Tbk. Ketiga saksi diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan PT Waskita Karya (persero) Tbk. dan PT Waskita Beton Precast, Tbk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ketut tak membeberkan materi dan hasil pemeriksaan. Hanya saja dia menyebut pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan.
 

Baca: 'Wanita Emas' Jadi Tersangka Korupsi Waskita Beton Precast


Kejagung belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Namun, dalam kasus dugaan korupsi pengadaan proyek fiktif pada PT Waskita Beton Precast, Tbk, anak perusahaan BUMN Waskita Karya, telah ditetapkan tujuh tersangka. Penetapan tersangka dipastikan berdasarkan bukti permulaan yang cukup.
 
Ketujuh tersangka ialah Hasnaeni Moein (wanita emas), Direktur Utama PT Misi Mulia Metrikal (MMM). Hasnaeni menawarkan pekerjaan proyek jalan tol Semarang-Demak kepada Waskita Beton dengan nilai Rp341 miliar pada 2019.

 
Proyek itu ditawarkan Hasnaeni ke Direktur Utama Waskita Beton Jarot Subana dan Direktur Pemasaran Waskita Beton Agus Wartono, dengan syarat PT Waskita Beton Precast harus menyetorkan sejumlah uang kepada PT MMM dengan dalih penanaman modal.
 
Waskita Beton menyanggupi hal tersebut. Ini dilakukan oleh General Manager Waskita Beton Kristadi Juli Harjanto dengan membuat invoice fiktif yang seolah-olah menunjukkan Waskita Beton membeli material. Maka PT Waskita Beton Precast menyerahkan uang senilai Rp16.844.363.402, yang belakangan diketahui bahwa uang tersebut digunakan untuk keperluan pribadi.
 
Selain Hasnaeni, penyidik Jampidsus Kejagung juga menetapkan Jarot dan Kristadi sebagai tersangka. Sementara itu, Agus sudah ditetapkan sebagai tersangka lebih awal bersama tiga tersangka lainnya, yaitu General Manager Pemasaran Waskita Beton Agus Prihatmono, staf Manager Pemasaran Area 1 Waskita Beton Benny Prastowo, dan pensiunan karwayan Waskita Beton Anugriatno.
 
Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus korupsi yang terjadi di PT Waskita Beton Precast yang totalnya senilai Rp2,5 triliun. Para tersangka disangkakan dengan Pasa 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif