Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia hafiez.
Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia hafiez.

Sidang Korupsi Ekspor CPO, 2 Pejabat Kemendag Bakal Bersaksi

Fachri Audhia Hafiez • 04 Oktober 2022 11:23
Jakarta: Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan dua saksi dalam kasus persidangan kasus dugaan korupsi perizinan persetujuan ekspor (PE) minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Dua saksi berasal dari unsur Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri pada Kementerian Perdagangan (Kemendag), yakni Isy Karim dan Arif Sulistyo.
 
"Rencananya Bapak Isy Karim dan Arif Sulistyo," kata kuasa hukum terdakwa Lin Che Wei, Maqdir Ismail, kepada Medcom.id, Selasa, 4 Oktober 2022.
 
Keduanya mestinya memberikan keterangan pada persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis, 29 September 2022. Namun, waktu yang terbatas membuat penyampaian keterangan keduanya ditunda.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Dalam Negeri pada Kemendag, Oke Nurwan telah memberikan kesaksian di persidangan. Dia mengungkap alasan terdakwa Lin Che Wei dilibatkan dalam rapat terkait kelangkaan minyak goreng (migor).
 

Baca juga: Pangkal Kebijakan DMO 20% Penyebab Migor Langka Disebut Berasal dari Kemendag


 
Selain itu, dia juga dicecar soal mekanisme penerbitan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendag) untuk mengatasi kelangkaan dan mahalnya migor. Ia juga mengungkap alasan produsen migor memilih ekspor ketimbang menjual di dalam negeri.
 
"Memasok kemasan sederhana dengan Rp14 ribu, karena harga internasional tinggi. Sehingga saya kalau berpikiran negatif, ya ngapain (dalam negeri)? Termasuk juga kita wajibkan Rp14 ribu dengan diimingi (subsidi) selisih harga Rp3.260, ya lebih milih yang Rp26 ribu," ujar Nurwan saat persidangan di Pengadilan Tipikor, Kemayoran, Jakarta Pusat.
 
Oke Nurwan, Isy, dan Arif dihadirkan sebagai saksi dari jaksa penuntut umum (JPU). Dia bersaksi untuk lima terdakwa pada perkara korupsi perizinan PE minyak sawit atau crude palm oil (CPO) oleh Kemendag.
 
Kelima terdakwa yakni, eks Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Indra Sari Wisnu Wardhana; tim asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley Ma; dan General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang.
 
Perbuatan melawan hukum mereka itu terkait pemufakatan atas terbitnya perizinan PE CPO oleh Kemendag. Mereka didakwa memperkaya diri, orang lain, dan korporasi. Yakni, Grup Wilmar, Grup Musim Mas, dan Grup Permata Hijau.
 
Perbuatan mereka disebut telah merugikan keuangan negara dan perekonomian negara total Rp18 triliun. Terdiri dari keuangan negara yang dirugikan Rp6.047.645.700.000 dan perekonomian negara sejumlah Rp12.312.053.298.925.
 
Indra, Lin Che Wei, Master, Stanley, dan Pierre didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Jo. Pasal 18 Undang-Undang (UU) RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
 
(END)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif