Anas Urbaningrum tengah berbincang dengan pengacaranya, Firman Wijaya - MI/Rommy Pujianto
Anas Urbaningrum tengah berbincang dengan pengacaranya, Firman Wijaya - MI/Rommy Pujianto

Machfud Bantah Ajari Anas Ungkapan 'Gantung di Monas'

Yogi Bayu Aji • 29 Agustus 2014 21:24
medcom.id, Jakarta: Direktur Utama PT Dutasari Citralaras, Machfud Suroso membantah keterangan yang menyebut dirinya mengajarkan terdakwa Anas Urbaningrum soal ungkapan 'gantung di Monas.'
 
Sebelumnya, Yanto Sutrisno, sopir Machfud yang dihadirkan sebagai saksi, Kamis (28/8/2014) menyebut Machfud sebagai pihak yang mencetus ungkapan itu kepada Anas.
 
"Itu saya rasa lucu sekali. Masa seorang Anas Urbaningrum yang Ketua Umum Partai Demokrat dengar ucapan saya yang kuli bangunan," ujarnya dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (29/8/204).

Menurutnya, ungkapan itu disebut Anas lantaran Ketua Perhimpunan Pergerakan Indonesia itu yakin tak terlibat proyek Hambalang. Machfud pun mengaku tak pernah membahas masalah proyek Hambalang dan meminta bantuan kepada Anas.
 
"Kalau dia ketua umum Partai Proyek. Saya baru minta proyek," celetuknya.
 
Diketahui, ungkapan 'gantung di Monas' disebut Anas pada 9 Maret 2012 lalu. Saat itu, ia membantah tudingan terkait kasus dugaan korupsi proyek Hambalang. "Satu rupiah saja Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas," ujar Anas.
 
Dalam dakwaan disebut Anas, menerima duit gratifikasi terkait pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan Sekolah dan Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Anas didakwa menerima uang sebesar Rp 2.2 miliar dan sebuah mobil Toyota Velfire. Uang diberikan oleh PT Dutasari Citralaras sebagai subkon PT Adhi Karya.
 
Sebelumnya, Machfud mengakui pernah menerima duit Rp 63 miliar dari Adhi Karya, namun dia berkilah saat itu uang diberikan sebagai pembagian uang muka. Namun, dari keterangan Muhammad Nazzarudin ia menyatakan uang dibagikan buat Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan anggota DPR. Duit itu kemudian digunakan Anas untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tahun 2010 di Bandung.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(REN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>