MAKI Kembali Gugat Praperadilan Kasus Century
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto.
Jakarta: Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait kasus korupsi Bank Century. Kali ini, gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
 
Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengatakan gugatan itu dilayakang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Polri, dan Kejaksaan Agung Indonesia. Boyamin memaparkan, alasannya kembali mengajukan gugatan praperadilan lantaran KPK tidak segera menetapkan mantan Wakil Presiden Boediono sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
 
Oleh karena itu, gugatan MAKI yakni apabila KPK tidak mampu melanjutkan kasus Century, maka KPK bisa melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Agung atau Polri.
 
"Meminta pada hukum untuk memerintahkan KPK, kalau memang tidak mau atau tidak mampu untuk dilimpahkan pada polisi dan jaksa untuk diteruskan ke persidangan Tipikor," ujar Boyamin di PN Jakarta Pusat, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 14 September 2018.
 
Gugatan serupa sebelumnya diajukan MAKI ke PN Jakarta Selatan. Gugatan tersebut pun dimenangkan oleh MAKI dan memerintahkan agar KPK segera menetapkan Boediono sebagai tersangka dalam kasus Century.
 
Namun, pada kenyataannya, menurut Boyamin, sampai saat ini, perintah tersebut tak dilaksanakan oleh KPK. "Nyatanya saya tanya kemarin ke sana (KPK) penyidikan saja belum, apalagi penetapan tersangka. Nah kira-kira kejengkelan kita bersama ini kan tidak bisa kita pendam dalam hati saja," tuturnya.
 
Oleh karena itu, menurutnya, jika memang lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu tidak mampu melanjutkan perkara Century, maka, lebih baik jika kasus tersebut dilimpahkan ke polisi atau kejaksaan. Apalagi, KPK juga dinilai tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan sebuah perkara.
 
"KPK itu kan tidak punya hak untuk menghentikan penyidikan, kalau polisi sama jaksa kan punya hak untuk menghentikan penyidikan, sehingga saya gugatnya polisi sama jaksa itu lebih mudah," tegasnya.

Baca: Kasus Century Mandek karena Intervensi Penguasa

PN Jakarta Selatan mengabulkan gugatan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) kepada KPK terkait kasus Century, Senin, 9 April. Dalam putusannya, hakim meminta KPK menindaklanjuti perkara pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) pada Bank Century.
 
Dalam amar putusan, Hakim Ketua Efendi Muhtar mengabulkan permohonan praperadilan untuk sebagian. Hakim memerintahkan KPK selaku termohon untuk melanjutkan proses hukum sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas dugaan tindak pidana korupsi Bank Century.
 
Bentuk tindaklanjut dimaksud yakni melakukan penyidikan dan menetapkan tersangka Boediono, Muliaman D Hadad, Raden Pardede, dan kawan-kawan. Kemudian, melanjutkannya dengan pendakwaan dan penuntutan dalam proses persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
 
PN Jaksel juga memberikan opsi, KPK bisa melimpahkan kasus Century kepada kepolisian atau kejaksaan untuk melakukan penyidikan dan penuntutan dalam proses persidangan di PN Tipikor Jakarta Pusat.




(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id