Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan. Foto: MI/Panca.
Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan. Foto: MI/Panca.

Mantan Dirut Pertamina Dicekal

Nasional Kasus hukum Karen Galaila
Sunnaholomi Halakrispen • 06 April 2018 06:31
Jakarta: Mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Karen Galaila Agustiawan (KGA) dicekal bepergian ke luar negeri Direktorat Jenderal Imigrasi. Pencekalan ini dilakukan sejak Karen menjadi saksi dugaan korupsi investasi perusahaan di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia tahun 2009.
 
"KGA sudah dicegah sejak masih sebagai saksi," kata Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), Warih Sadono, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 6 April 2018.
 
Karen sudah ditetapkan sebagai tersangka. Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tertanggal 22 Maret 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dua tersangka lainnya Chief Legal Councel and Compliance Pertamina, Genades Panjaitan (GP) dan mantan Direktur Keuangan Pertamina, Frederik Siahaan (FS) juga telah dicekal.
 

 
Karen sudah diperiksa penyidik Jampidsus sebanyak tiga kali pada 29 Maret 2017 dan 2 Oktober 2017, serta 8 Februari 2018. Kejagung pekan depan akan memeriksa Karen Agustiawan bersama dua rekannya di Pertamina (Persero) sebagai tersangka.
 
Kasus ini berawal pada 2009 Pertamina mengakuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset (Participating Interest/IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 27 Mei 2009.
 
Pada pelaksanaannya ditemui dugaan penyimpangan dalam pengusulan investasi yang tidak sesuai dengan pedoman investasi saat pengambilan keputusan investasi tanpa adanya uji kelayakan (Feasibility Study) dan kajian akhir secara lengkap (Final Due Dilligence) serta tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.
 
Dari tindakan itu mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah USD31,49 juta serta biaya-biaya yang timbul lainnya (cash call) sejumlah USD26,8 juta tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada Pertamina dalam rangka penambahan cadangan dan produksi minyak nasional. Dalam kata lain telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp31,49 juta dan AUD26,80 juta atau setara dengan Rp568 miliar.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif