Dua PNS Kukar Bersaksi di Persidangan Bupati Rita
Rita Widyasari. Foto: Antara Rivan/Awal Lingga.
Jakarta: Persidangan kasus suap dengan terdakwa bupati nonaktif Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari kembali digelar. Agenda sidang adalah pemeriksaan saksi a de charge (meringankan).
 
"Hari ini saksi dari pihak aku. Ada dua saksi meringankan. Semuanya PNS. Yang satu dulu di Dispenda (Kukar), satu lagi dari Dinas Pertanahan (Kukar)," kata Bupati Rita di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu 16 Mei 2018.
 
Rita mengatakan, awalnya berencana menghadirkan tiga orang saksi, namun karena satu saksi belum di-BAP, sehingga tak bisa dihadirkan di persidangan.
 
"Katanya yang dua sudah di-BAP, itu tidak bisa digabung dengan dengan yang belum (di-BAP), aku sih maunya empat saksi," katanya.
 
Rita mengaku sudah menyiapkan tujuh orang saksi meringankan. Selain itu ia menyiapkan dua saksi ahli. "Satu ahli tata negara, satu lagi ahli hukum pidana," imbuhnya.

Baca: Timses Rita Widyasari 'Palak' Kontraktor

Rita dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin didakwa menerima gratifikasi uang sejumlah Rp469 miliar. Uang itu diterima Rita terkait perizinan pelaksana proyek pada dinas-dinas di Kabupaten Kukar.
 
Rita dan Khairudin didakwa melanggar Pasal 12 huruf B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP.






(FZN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360