Konferensi pers Polda Metro Jaya mengenai kasus pemufakatan jahat Oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Konferensi pers Polda Metro Jaya mengenai kasus pemufakatan jahat Oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith. - Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

Bom Rakitan Dosen IPB Berdaya Ledak 30 Meter

Nasional demo massa bom
Fachri Audhia Hafiez • 19 Oktober 2019 01:38
Jakarta: Bom rakitan oknum dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith disebut memiliki daya ledak dengan jangkauan cukup luas. Alat peledak tersebut rencananya digunakan saat Aksi Mujahid 212 pada 24 September 2019.
 
"Diuji coba diledakkan, kerusakannya cukup kuat. Bisa jarak 30 meter," kata Kepala Urusan (Kaur) Peledak Puslabfor Mabes Polri Kompol Heri Yandi di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat, 18 Oktober 2019.
 
Bom yang dibuat Abdul berjumlah 28 buah. Adapun racikan bom tersebut terdiri dari deterjen, serbuk korek api yang telah dihaluskan, merica, paku dan mie instan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kandungan merica digunakan untuk menimbulkan kerusakan pada mata. Sedangkan mie itu bertujuan agar pembakaran lebih lama.
 
"Merica sifatnya pedas dengan harapan asapnya bisa melukai mata. Ada juga paku yang dililit di luar wadah botol, dilakban, dan kalau meledak bisa melukai orang di sekitar kejadian," ujar Yandi.
 
Yandi mengatakan, pelaku profesional dalam merakit bom. Hal ini tampak dari rakitan yang dinilai cukup canggih.
 
Kendati demikian, penggunaan merica baru ditemui kali ini. Sedangkan bom rakitan ini bisa dibilang mirip dengan rakitan teroris.
 
"(Mirip dengan bom teroris) Menggunakan pakunya iya. Sebagian teroris ada yang menggunakan paku. Kalau teroris biasanya pakai pipa besi," ujar Yandi.

 
(BOW)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif