Ilustrasi KPK - MI.
Ilustrasi KPK - MI.

Pejabat Kemendagri Diperiksa Terkait Korupsi IPDN

Nasional kasus ipdn kasus korupsi
Juven Martua Sitompul • 14 Maret 2019 15:17
Jakarta: Kabag Perencanaan Anggaran Setjen Kemendagri, Indra Gunawan dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia diperiksa terkait kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
 
"Indra Gunawan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka DJ (mantan Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Setjen Kementerian Dalam Negeri, Dudy Jocom)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis, 14 Maret 2019.
 
Penyidik juga memanggil enam saksi lain dari sejumlah unsur. Mereka adalah Staf Keuangan dan SDM PT Waskita Karya, Setiadi Pratama; serta dua staf PT Hutama Karya bernama Tri Yudi Surahmat dan Widi Sadmoko.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, Direktur Operasi PT Pelindo Properti Indonesia, Dono Porwoko; Direktur PT Kharisma Indotarim Utama, Mulyawan dan PNS Kemendagri Itriah Afsolin. "Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan DJ," ujarnya.
 
Penyidik terus mendalami kasus dugaan korupsi IPDN ini. Salah satu yang tengah ditelisik adalah peran dua korporasi PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya selaku penggarap proyek pembangunan gedung IPDN.
 
Untuk mengembangkan kasus ini, penyidik menggeledah kantor PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. Sejumlah dokumen dan bukti elektronik disita tim dari kedua lokasi tersebut.
 
(Baca juga:KPK Endus Korupsi Pembangunan Sejumlah IPDN)
 
Dudy Jocom ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan empat kampus IPDNdi Sulawesi Selatan dan kampus IPDN di Sulawesi Utara. KPK juga menetapkan dua tersangka lain yakni Kepala Divisi Gedung atau Kepala Divisi I PT Waskita Karya, Adi Wibowo dan Kepala Divisi Konstruksi VI PT Adhi Karya, Dono Purwoko.
 
Dalam kasus ini, Dudy Jocom melalui kenalannya diduga menghubungi beberapa kontraktor untuk menginformasikan adanya proyek IPDN. Selanjutnya, para pihak itu menggelar pertemuan di sebuah kafe di Jakarta.
 
Dari pertemuan itu, disepakati adanya pembagian proyek. Proyek IPDN di Sulawesi Selatan digarap Waskita Karya sementara PT Adhi Karya menggarap proyek IPDN di Sulawesi Utara. Dudy Jocom Cs diduga meminta fee 7% dari setiap proyek itu.
 
Negara diduga mengalami kerugian sekitar Rp21 miliar akibat kasus ini. Nilai kerugian itu berdasarkan kekurangan pekerjaan pada kedua proyek tersebut, untuk proyek IPDN di Sulawesi Selatan negara merugi Rp11,18 Miliar, dan Rp9,378 miliar untuk proyek kampus IPDN di Sulawesi Utara.
 
Atas perbuatannya, Dudy Jocom, Adi Wibowo dan Dono Purwoko disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif