Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (tengah) dikawal petugas di PN Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (tengah) dikawal petugas di PN Jakarta Selatan, Jakarta. Foto: MI/Bary Fathahilah.

Buku Ke-11 Ratna Sarumpaet Lahir di Rutan

Nasional Kabar Ratna Dianiaya
Ilham Pratama Putra • 26 Maret 2019 19:56
Jakarta: Terdakwa kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet telah lima bulan lebih meringkuk di rumah tahanan (rutan). Selama di balik jeruji besi, Ratna menulis buku.
 
"Buku kesebelas (berjudul) Indonesia Melawanlah," kata Ratna di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Jalan Ampera Raya, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 26 Maret 2019.
 
Menurut dia, buku yang ditulisnya menceritakan bangsa Indonesia. Buku ini ditulis atas keinginan dia secara pribadi dan tidak ada kontribusi pihak lain di dalamnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya saja. Ya saya menulis," ungkapnya.
 
Sementara itu, seniman itu harus meringkuk di rutan lantaran kasus penyebaran berita bohong. Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat.
 
Usai kabar itu ramai-ramai diberitakan, Ratna mengaku, penganiayaan terhadap dirinya bohong belaka. Dia mengaku mukanya lebam setelah menjalani operasi plastik.
 
Baca: Ratna Sarumpaet: Saya Cantik dari Lahir
 
Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.
 
Akibat kebohongannya itu, Ratna ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
 
Kasus Ratna kini sudah masuk ke meja hijau pengadilan. Nasibnya bakal ditentukan hakim di PN Jaksel. Dia sudah menjalani sidang sebanyak lima kali. Sidangnya hari ini adalah pemeriksaan saksi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).

 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif