Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Krispen
Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Krispen

KPK Kantongi Nama Tersangka Terkait Penggeledahan Ruang Bupati Jepara

Nasional penggeledahan
Sunnaholomi Halakrispen • 05 Desember 2018 00:15
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan telah menentukan tersangka, terkait penggeledahan di ruang Bupati Jepara Ahmad Marzuqi. Namun, KPK belum mengungkap siapa yang dijadikan tersangka.
 
"Tentu sudah ada tersangkanya. Tapi siapa yang jadi tersangka belum bisa disampaikan secara dini, karena tim masih butuh melakukan beberapa kegiatan pendahuluan," ujar juru bicara KPK Febri Diansyah di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, 4 Desember 2018.
 
Ia menekankan, penyidik KPK masih melakukan tahap awal terkait kasus suap putusan Praperadilan atas SP-3 dari Kejaksaan Tinggi Jateng Tahun 2017. Selain itu, Febri pun masih menutup mulut soal rencana penggeledahan selanjutnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nanti kalau sudah selesai baru bisa disampaikan karena di beberapa lokasi itu kami duga ada bukti-bukti yang perlu dikumpulkan dan dianalisis terlebih dahulu," tuturnya.
 
Baca:KPK: Penggeledahan Ruang Bupati Jepara Terkait Suap
 
Sementara itu, dari penggeledahan ruang Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, selama dua jam, KPK menyita sejumlah berkas dan salinan surat keputusan pengangkatan bupati. Marzuki pun dimintai keterangan.
 
Marzuqi mengaku kedatangan petugas KPK berkait perkara praperadilan kasus penyelewengan dana bantuan politik (banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 2011 hingga 2013 sebesar Rp79 juta. Kala itu, Marzuqi sebagai ketua DPC PPP Jepara dijadikan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Pada praperadilan perkara tersebut Marzuqi menang.
 
"Saya diduga menyuap, ada main dengan hakim. Padahal, saya bertemu dengan hakimnya saja tidak pernah, kenal saja tidak," ujar Marzuqi di rumah dinasnya, di Jepara.
 
Marzuqi menerangkan, kasus tersebut dilaporkan ke KPK pada 2017. Sejak dilaporkan, Marzuqi sudah dua kali dipanggil KPK. Namun, dia tidak pernah hadir.
 
"Pertama karena saya sakit. Kedua karena ada kepentingan dan sudah saya percayakan kepada orang," pungkas Marzuqi.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif