KPK: Korupsi Era Orde Baru Lebih Parah

Juven Martua Sitompul 01 Desember 2018 07:15 WIB
kasus korupsi
KPK: Korupsi Era Orde Baru Lebih Parah
Ketua KPK Agus Rahardjo. Foto: MI/ Rommy
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak sependapat dengan pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Prabowo menyebut Indonesia saat ini darurat korupsi. 

KPK menilai persoalan korupsi di era Orde Baru lebih parah ketimbang sekarang. Penilaian ini merujuk pada tren Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International Indonesia (TII) setiap tahunnya. Di mana skor Indonesia terus mengalami peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Mestinya tidak seperti itu, justru kalau kita bandingkan yang ditinggalkan Orde Baru saya melihat ke data yang dirilis oleh TII," kata Ketua KPK Agus Rahardjo di sela-sela acara Final Festival Lagu Suara Lagu Anti-Korupsi (Saksi) di Jakarta, Jumat, 30 November 2018.


Menurut Agus pada tahun 1999 atau setahun setelah Orde Baru runtuh, skor IPK Indonesia hanya 17. Namun meski tidak naik secara drastis, skor IPK Indonesia terus mengalami perbaikan. Terakhir, pada 2017, skor IPK Indonesia mencapai angka 37.

"Kalau di tahun 1999, relatif baru ditinggalkan oleh Orde Baru, itu CPI (Corruption Perception Index) skornya hanya 17, secara pelan-pelan CPI kita naik," tutur Agus.

Meski demikian Agus mengaku prihatin dengan kenaikan IPK Indonesia yang terbilang lamban. Namun ia memastikan pemberantasan korupsi saat ini jauh lebih baik dari era Orde Baru.

Setidaknya, skor IPK Indonesia saat ini berada di peringkat ke-4 di antara negara-negara Asia Tenggara. "Dulu Thailand, Vietnam, Filipina di atas kita di tahun 1999. Sekarang sudah di bawah kita," ucap dia.

Agus pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berupaya memberantas korupsi. KPK juga mendorong pemerintah dan DPR segera merevisi UU no 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau UU Tipikor. 

"Tapi masih banyak hal yang harus kita perbaiki," tandas dia.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id