Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Remaja Pembunuh Bocah Diperkosa Paman dan Kekasih

Nasional pelecehan seksual pembunuhan
Siti Yona Hukmana • 15 Mei 2020 08:10
Jakarta: NF, 15, remaja pembunuh bocah AP, 5, terdeteksi menjadi korban kekerasan seksual. Dia dilecehkan oleh orang terdekat.
 
"Dua pamannya berinisial F dan R serta pacarnya berinisial A," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harry Hikmat, saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.
 
Ketiga pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Kini mereka ditahan polisi untuk menunggu proses peradilan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pamannya F dan R ditahan di Polres Jakarta Pusat, pacarnya A ditahan di Polda Metro Jaya," ujar Harry.
 
Pemerkosaan itu terjadi sebelum peristiwa pembunuhan. NF diduga membunuh bocah 5 tahun untuk melampiaskan kekesalan setelah menjadi korban pemerkosaan.
 
"Kalau seperti itu turut dipertimbangan dalam pengadilan. Misalnya mengurangi hukuman dengan pemberian hukuman kepada pelaku pemerkosaan," ujar Harry.
 
Saat ini, NF yang tengah mengandung 14 minggu berada di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus Handayani Jakarta. Dia mendapatkan layanan rehabilitasi sosial sambil menunggu proses peradilan.
 
Nantinya, NF disidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Meski penegakan hukum dijalankan, hak dan kewajiban NF sebagai anak tetap dipenuhi.
 
NF membunuh teman mainnya, AP, di kediamannya di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pukul 16.00 WIB, Kamis, 5 Maret 2020. Dia menyerahkan diri kepada polisi, Jumat, 6 Maret 2020.
 
Pelaku terobsesi dengan film Child's Play. Film yang populer pada 1988 itu menceritakan boneka pembunuh Chucky.
 
Baca: Psikis Remaja Pembunuh Bocah Mulai Membaik
 
NF diduga membunuh AP dengan meniru adegan-adegan di film itu. Pelaku mengaku puas setelah melakukan aksinya itu.
 
Akibat perbuatannya, NF ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
 
"Untuk kasus pembunuhan anak di bawah umur, ada asas di situ Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2002 ada putusan setengah dari hukuman orang dewasa," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Yusri Yunus, Rabu, 11 Maret 2020.
 

(OGI)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif