Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Laode M Syarif. Foto: MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) Laode M Syarif. Foto: MI/Rommy Pujianto

KPK Menaruh Harapan Kepada Jokowi

Nasional Revisi UU KPK
Faisal Abdalla • 14 Oktober 2019 18:19
Jakarta: Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Laode M Syarief, masih berharap Presiden Joko Widodo mau menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Komisi Antikorupsi bersikeras UU tersebut akan menghambat kerja-kerja KPK.
 
"Kita sangat berharap itu," tegas Laode di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin, 4 Oktober 2019.
 
Laode menyinggung 26 poin dalam revisi UU yang berpotensi melemahkan KPK. Salah satunya terkait keberadaan dewan pengawas.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laode mempertanyakan kewenangan dewan pengawas mengotorisasi penyadapan dan penggeledahan. Padahal, dewan pengawas bukan lembaga penegak hukum.
 
"Terus terang inilah akibat dari proses perundang-undangan yang dibikin rahasia dan tertutup akhirnya menimbulkan kerancuan-kerancuan baik itu dari segi terminologi maupun dan tata kerja," ujarnya.
 
Laode menegaskan KPK tidak alergi terhadap revisi UU dan keberadaan dewan pengawas. Asalkan, dewan pengawas tidak diberi otoritas untuk menyetujui penindakan-penindakan yang akan dilakukan KPK.
 
"Sekali lagi kita berharap Presiden untuk memperhatikan secara seksama kesalahan-kesalahan seperti ini," ujarnya.
 
Sebelumnya, Jokowi membuka opsi untuk menerbitkan Perppu KPK. Selain Perppu, ada opsi lain yang bisa ditempuh yakni uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK), dan uji materi di tingkat legislatif (legislative review).
 
Jokowi pun masih membungkam soal penerbitan Perppu KPK ini. Padahal, mahasiswa sudah memberikan waktu hingga hari ini kepada Jokowi untuk menerbitkan perppu.
 
Sementara itu, Staf Khusus bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan Jokowi sudah mendengar masukan dari banyak pihak terkait perppu. Jokowi juga tengah mempelajari salinan UU dari DPR.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif