Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal (tengah)--Medcom.id/Faisal Abdalla.
Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal (tengah)--Medcom.id/Faisal Abdalla.

442 Perusuh dan Penunggang Aksi 22 Mei Ditangkap

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Faisal Abdalla • 27 Mei 2019 19:29
Jakarta: Mabes Polri telah menangkap 442 orang dan beberapa orang yang diduga menunggangi aksi massa 22 Mei 2019 lalu. Mereka ini diduga dalang kerusuhan.
 
"Perusuh total 442 orang, sedang berproses," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal di Kantor Kemenkopolhukam, Senin, 27 Mei 2019.
 
Tiga kelompok itu terdiri dari jaringan teroris, kelompok yang membawa senjata api ilegal dari Aceh, serta kelompok yang merencanakan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Nah yang ingin kita buktikan saat ini apakah aktor intelektual atau mastermind itu saling berhubungan," ujarnya.
 
Namun begitu, Iqbal kembali menegaskan bahwa kelompok dan pihak-pihak yang menyebabkan kerusuhan itu tidak sama dengan massa yang melakukan aksi di depan gedung Badan Pengwas Pemilu (Bawaslu). Menurutnya, aksi massa berjalan damai sebelum penumpang-penumpang gelap itu melancarkan rencananya.
 
"Mereka pelaku kriminal karena melakukan penyerangan dengan sengaja, langsung pakai molotov, batu, parang, panah, dan sengaja melukai petugas. Atau bisa saja mereka ingin menimbulkan korban sebagai martir," ujarnya.
 
Polisi membeberkan enam tersangka yang diduga menunggangi aksi madsa 21-22 Mei 2019. Mereka berinisial HK, AZ, IF, TJ, AD, dan AF.
 
Baca: Kronologi Rencana Pembunuhan Empat Tokoh Nasional
 
Keenamnya ditangkap karena praktik jual beli senjata apil ilegal. Mereka juga diduga merencanakan pemufakatan jahat untuk membunuh empat tokoh nasional dan satu pimpinan lembaga survei.
 
Dari tangan para pelaku, polisi menyita sejumlah alat bukti, yaitu sepucuk pistol Taurus kaliber 38, dua boks peluru k 38 jumlah 93 butir dari tangan HK; pistol jenis Meyer kaliber 52, dan 5 butir peluru dari tangan AZ, sepucuk senpi laras panjang rakitan kaliber 22 dan sebuah senpi laras pendek rakitan kaliber 22 dari tangan TJ, serta rompi antipeluru dengan logo polisi.
 
Keenam tersangka itu dijerat dengan pasal 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata api dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau selama-lamanya 20 tahun penjara.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif